Pelayanan Sosial Jadi Utama Di PSBR Naibonat

Oelamasi,obornusantara.com Kementerian Sosial RI melalui Unit Pelayanan Teinis (UPT). Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Naibonat yang wilayah kerjanya mencakup seluruh daerah di Indonesia Timur yaitu Bali, NTT, NTB, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Ternate dan Papua fokus memberitakan fungsi pokok pelayanan keberfungsian sosial kepada masyarakat

Bentuk keberfungsian sosial diantaranya bimbingan sosial dan bimbingan ketrampilan vokasional kepada anak dan remaja di wilayah binaannya.

Geraldo Apat, S.IP, M.Si Kepala UPT PSBR Kementerian Sosial RI Rabu (28/02) di Naibonat mengatakan ketrampilan yang diberikan adalah berupa institusional base atau ketrampilan pokok yang diperoleh di dalam lembaga seperti menjahit, otomotif, komputer, tata rias dan meubeler, disamping itu ada pula kegiatan berupa community base atau family care di masyarakat dan keluarga.

Kedua jenis kegiatan secara reguler telah meluluskan sekitar 380 orang lulusan khusus tahun 2017. Selain ketrampilan pokok, PSBR juga memberikan Bimbingan Sosial, bimbingan mental dan spiritual serta bimbingan ketrampilan vokasi melalui pelayanan berbasis hak anak usia 15 – 21 tahun untuk bina remaja, anak usia 18 tahun kebawah, kegiatan tambahan setiap minggu 1 kali yaitu tata boga dan bengkel las.

Lanjutnya,PSBR Naibonat sebagai tempat percontohan dalam hal pembinaan anak dan remaja, PSBR Naibonat sesuai amanat juga mengurusi Anak korban Human Trafficking dan pengungsi dan warga yang di deportasi dari luar negeri, anak putus sekolah dan terlantar.

Ada pula kegiatan perlindungan sosial anak dan yang menjadi binaan adalah anak yang membutuhkan perlindungan khusus seperti anak korban kekerasan dalam rumah tangga, anak korban pelecehan seksual, anak yang berhadapan dengan kasus hukum ( pelaku, korban dan saksi), serta menyelenggarakan Taman Anak Sejahtera atau di lembaga pendidikan nonformal disebut PAUD/TK.
Tugas berikut menurutnya memulihkan psikis anak korban Human Trafficking, anak korban KDRT dan anak korban pelecehan seksual yang mengalami trauma psikis oleh pekerja sosial dan psikolog.

pada tahapan ini untuk mengetahui penyebab dan tindakan khusus untuk memulihkan psikologi sehingga kemudian lembaga dapat menentukan apakah korban bisa melanjutkan sekolah atau diberikan ketrampilan vokasi atau di lakukan reunifikasi kepada keluarganya.

“tahapan ini sesuai berat atau ringan beban psikologis anak korban kekerasan apakah kondisi sudah normal dan sudah mampu menguasai emosinya,”Bebernya. (Wr by kenzo)

Terima Kasih