Jaksa Kejari Oelamasi Mulai Senin Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Pansipmas Desa Naunu

Foto: sejumlah warga desa Naunu saat melaporkan Kasus dugaan korupsi dana pansimpas ke kantor kejari Oelamasi

Kupang, obornusantara.com-Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipisus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Oelamasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengagendakan Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait Dugaan Korupsi dana Pansipmas Desa Naunu Tahun 2017 Senilai Rp. 315 juta yang di laporkan oleh sejumlah warga desa Naunu ke Kejari Oelamasi beberapa Waktu lalu.
Sejumlah saksi yang akan di periksa oleh Jaksa penyidik ini telah di layangkan surat panggilan kepada masing-masing saksi untuk menghadap Jaksa penyidik di Kantor Kejari Oelamasi.
Para saksi yang akan di periksa oleh Jaksa Penyidik Kejari Oelamasi masing-masing, Sadrak Bahas sebagai ketua panitia, Fitriyani Beti sebagai Bendahara dan Marten Taneh sebagai pengelola anggaran Dana Pansipmas, Desa Naunu Tahun 2017.
“semua saksi yang akan di periksa sudah menerima surat panggilan dari penyidik Kejaksaan Negeri Oelamasi yang antar langsung oleh salah seorang staf dari kejari dan semuanya sudah terima surat itu untuk menghadap pada senin, 26/3/2018, jelas salah seorang warga Desa Naunu yang ikut mengantar surat tersebut.
Menurut warga yang enggan untuk di sebutkan namanya, itu, surat itu sudah di terima oleh para saksi yang akan di periksa nanti.
Dikatakan, meski tidak membaca langsung isi surat tersebut namun sesuai informasi dari para saksi, dalam surat itu para saksi di minta menghadap salah seorang jaksa penyidik di kejari oelamasi pada senin, 26/3/2018 jam 10.00 pagi waktu setempat.
“memang saya tidak baca langsung isi surat tetapai informasi yang di sanpaikan ke saya bahwa para saksi jam 10 pagi hari senin menghadap penyidik kejari oelamasi.” katanya.
Sebelumnya di beritakan, sejumlah warga desa naunu khususnya dari Rw9/rt04 Desa Naunu pada beberapa waktu lalu mendatangi Kantor kejaksaan Negeri Oelamasi untuk melaporkan Kasus Dugaan Korupsi Dana pembangunan sejumlah sarana air bersih seperti bak air dan jaringan pipa di desa mereka yang bersumber dari dana Pansipmas dan dana Desa tahun 2017 senilai Rp. 315 juta yang di duga sarat Korupsi.
Selain melaporkan secara lisan warga juga telah melaporkan kasus ini secara tertulis ke Kepala Kejaksaan Negeri Oelamasi dan sudah kini sudah di respon pihak Kejari Oelamasi. (wr/by-nora).

Terima Kasih