Warga Naikliu Berharap Hendrik Paut  Jadi Pengganti Titu Eki

Amfoang,obor-nusantara.com
Jelang pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kupang periode 2018-2023,pada tahapan kampanye terbatas di Kecamatan Amfoang Timur dan amfoang Barat Laut,Paket Harmoni menyempatkan blusukan dipasar Oepoli dan Pasar Naikliu.

Blusukan paket harmoni menyita perhatian warga pengguna pasar di wilayah tersebut.antusiasme warga untuk bersalaman dan berbincang dengan keduanya, dianggap warga sebagai sebuah kerinduan mereka selama ini

Bertemu langsung sosok Hendrik Paut dan Aljeri Monas sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang,memberikan kesan tersendiri bagi warga.pribadi santun dan sederhana keduanya mengundang simpati warga pasar

Warga Pasar yang berasal dari beberapa Desa diwilayah Kecamatan Amfoang Timur,Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut,menyampaikan beragam komentar soal Sosok Paket Harmoni.

Diwawancarai wartawan dipasar Oepoli dan Naikliu,(2-4/4) mereka menyebut Hendrik Paut Pengganti Ayub Titu Eki,Bupati Kupang saat Ini

“Pak Hendrik kami tau persis Titu Eki punya orang,orang timor yang akan melanjutkan kepemimpinan setelah Titu Eki”tutur ibu Debora Nox dan beberapa penjual dipasar Naikliu

hal senada disampaikan Timotius Alunan ketika ditanya soal Sosok pemimpin yang tepat memimpin kabupaten kupang 5 tahun kedepan mengatakan Hendrik Paut syarat pengalaman dibidang birokrasi

“Kalau saya Pak sekda Hendrik Paut orang pengalaman dibirokrasi dan membangun.saya pilih Bapak Hendrik,dia cocok untuk pimpin Kabupaten Kupang”tukasnya

Sementara Lamed Tamnanu dipasar Oepoli,menyampaikan Paket Harmoni punya program yang berpihak kepada masyarakat kecil

“Saya dengar Emas hijau paket harmoni bagus untuk kami petani.kami dukung mereka”tegasnya

Disinggung soal ada calon Bupati putra Amfoang,masyarakat mengatakan belum berpengalaman dibidang pemerintahan dan pembangunan.

Menurut mereka memimpin kabupaten kupang butuh figur yang syarat pengalaman di birokrasi mengingat luas wilayah,multi etnis masyarakat Kabupaten Kupang dengan karakter yang berbeda.(wr by kenzo)

Terima Kasih