Di Sumba Timur Ada Investor Asing Serobot Tanah Ulayat Milik Warga

Waingapu,obor-nusantara.com-Salah satu Investor asing asal Negara Brasil
PT. Asiabeef Biofarm Indonesia di duga melakukan penyerobotan atas tanah Ulayat Milik Warga di 3 Desa di Kabupaten Sumba Timur yang kinintelah di jadikan sebagai Hutan Lindung oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Persoalan penyerobotan lahan milik warga ini di sampaikan oleh sejumlah warga dari 3 Desa masing-masing Desa Lailanjang, Hangaroru dan Desa Tamburi Kecamatan Rindi saat berdialog dengan Dua orang anggota DPRD NTT, Winston Rondo dan Umbu Hiya Hamataki saat melakukan kunjungan kerja di Sumba Timur Baru-baru ini.
Menurut warga, Tanah ulayat yanh di klaim ini kini telah berubah fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan Hutan Lindung yang di kuasai oleh Pemerintah Provinsi NTT.
“hari ini kami menyampaikan beberapa keterangan terkait kunjungan kerja yang baru kami lakukan bersama anggota fraksi Umbu Hiya Hamataki dari Kabupaten Sumba Timur dan selain tugas sosialisasi perda kami juga langsung turun lapangan mendengar keluhan masyarakat bersama kepala desa dan camat terkait dengan perluasan izin usaha salah satu investor di Sumba Timur, saya membuat video rekaman singkat terkait apa yang terjadi di sana dan seperti apa situasinya, kami melihat langsung persoalan tersebut di lapangan” ujar Winston sambil memegang hand phone miliknya yang berisi rekaman keluhan warga Sumba Timur.

Menurutnya, Masyarakat mengaku, padang ini adalah tempat kami hidup dan kami menolak menyerahkan masa depan kami dan hidup anak cucu kami pada perusahaan ini, dalam kunjungan tersebut Winston yang didampingi anggota Fraksi Demokrat DPRD NTT Umbu Hiya Hama Taki yang notabene Legislator asal Dapil Sumba ini.

Dalam pertemuan tersebut Masyarakat Kecamatan Rindi didampingi Camat setempat beserta Kepala Desa dari 3 Desa, yakni Desa Lailanjang, Desa Hangaroru dan Desa Tamburi.
“bayangkan di desa itu sudah kasih tanahnya untuk pengembangan transmigrasi lokal, itu ribuan hektar dikasih, lalu sejak 50 tahun yang lalu untuk pengembangan PT Nusantara untuk ranch peternakan (wilayah ternak), selain itu tanah di wilayah tersebut sudah diberikan untuk kawasan hutan lindung, bahkan yang terakhir diberikan seluas 983 hektar untuk PT. Asiabeef Biofarm Indonesia, jadi hampir semua tanah yang notabene tanah ulayat yang merupakan padang gembala kelas satu yang mereka miliki masih mau diambil lagi” kata mantan Ketua GMKI Cab. Kupang ini.
Dikatakan, dirinya menyayangkan investasi di Sumba Timur secara khususnya yang dilakukan PT. Asiabeef Biofarm Indonesia, sebuah perusahaan internasional dari Brasil yang sudah sejak 3 tahun lalu bekerja di Sumba Timur, dan mereka masih mau melakukan penambahan/rencana investasi mereka ke depan adalah sekitar 5.000 ha, tetapi perusahaan tersebut baru mendapat sekitar 983 ha dan sejauh ini kehadiran perusahaan tersebut tidak ada masalah walaupun tak ada dampak positif untuk rakyat.

“kami sangat menyayangkan kejadian di Sumba, masalah muncul ketika perusahaan tersebut ingin memperluas lahan mereka di Desa tersebut dan perusahaan tersebut seperti egois tanpa duduk bersama komunikasi dengan masyarakat setempat mendengarkan aspirasi mereka.” kisah Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT ini.
Karena itu, Winston menegaskan investasi apapun tidak boleh menyusahkan rakyat, dirinya akan bersama rakyat menolak investasi yang mau ditambah ini.(wr/by-Kenzo).

Terima Kasih