Kasus Korupsi Dana Pansimas Naunu, Jaksa Sudah Periksa 5 Orang Saksi

Kupang, obor-nusantara.com-Guna Mengungkap Kasus Duagaan Korupsi Dana Pansimas Desa Naunu Kecamatan Fatuleu, Kabuoaten Kupang Tahun 2017 Senilai Rp. 315 Juta, Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipisus) Kejaksaan Negeri Oelamasi, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Kini Telah Meminta Keterangan 5 Orang Saksi Baik Terlapor Maupun Pelapor. Hingga Kini Kasus Ini Masih Dalam Proses Pengumpulan Data Dan Keternagan (Pulbaket) Oleh Tim Jaksa Kejari Oelamasi.

Pemeriksaan  Terhadap Para Saksi Baik Pelapor Maupun Terlapor Ini Di Lakukan Guna Menggali Informasi Lebih Dalam Soal Kasus Duagaan Korupsi Penyelewengan Dana Pansimas Desa Naunu Tahun 2017 Senilai 315 Juta Rupiah Yang Di Duga Di Gelapkan Oleh Panitia Desa. Pemeriksaan Ini Masih Bersifat Pengumpulan Data Dan Keterangan Dari Para Saksi Yang Terlibat Langsung Dalam Pengelolaan Dana Tersebut Untuk Pekerjaan Pembangunan Sarana Air Bersih Di Desa Naunu.

Dari Keterangan Sementara Jaksa Penyidik Kejari Oelamasi Masih Sebatas Pengumpulan Data Dan Status Kasus Ini Masih Pulbaket Dan Belum Di Ke Tingkat Penyelidikan. Karena Untuk Menetukan Kasus Ini Apakah Bisa Di Lanjutkan Ke Tingkat Penyelidikan Atau Tidak Masih Membutuhkan Banyak Keterangan Saksi.

Kepala Seksi Inteljen Kejaksaan Negeri Oelamasi Kabupaten Kupang Langgeng Prabowo Saat Di Hubungi Mengaku, Hingga Saat Ini Baru 5 Orang Saksi Yang Di Wawancara Oleh Jaksa Terkait Laporan Tersebut Termasuk Para Pelapor. Dikatakan, Pemeriksaan Ini Hanya Bersifat Wawancara Dengan Pengambilan Keterangan Untuk Menentukan Apakah Kasus Ini Bisa Di Naikan Ke Tingkat Penyelidikan Atau Belum.

“kita sudah periksa 5 orang saksi, baik terlapor mauoun pelapor dalam kasus ini,  jika masih buruh keterangan tambahan maka kita akan panggil lagi.” Katanya.

Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Pansimas Tahun 2017 Senilai 315 Juta Rupaih Di Desa Naunu Ini Terkuak Setelah Sejumlah Warga Desa Setempat Melaporkan Kasus Ini Ke Kejaksaan Negeri Oelamsi Beberapa Bulan Lalu./ Dalam Laporan Tersebut Warga Menysinyalir Ada Penguapan Dana Ke Sejumlah Pihak Yang Tidak Dapat Di Pertanggung Jawabkan Oleh Para Pengelola Dana Dengan Nilai Sekitar 50 Juta Rupiah.(wr/by-nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara