Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Naibonat Dan BPJS OPS Kabupaten Kupang

Kupang, obor-nusantara.com-Salah seorang warga Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang sekaligus Pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) merasa kecewa dengan sistem pelayanan RSUD Naibonat saat ingin membayar biaya perawatan anaknya di Rumah Sakit Milik Pemerintah Kabupaten Kupang ini. Pasalnya saat membayar pihak rumah sakit menolak untuk membayar biaya rumah sakit dengan Kartu indonesia Sehat (KIS).

Welem Sinale (45 tahun) warga Asam 3 Rt/50/ rw/50, Keluarahan Naibonat, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, saat di temui di Naibonat pada 25/4/2018 mengaku, merasa sangat kecewa dengan sistem pelayanan BPJS yang tidak ada sosialisasi saat pembagian Kartu KIS kepada warga. Hal ini mengakibatkan, harapan untuk memperoleh pelayanan gratis saat berobat ke Rumah sakit sia-sia, karena anaknya yang mengalami kecelakaan lalu litas tidak  bisa menggunakan kartu KIS untuk meyelesaikan adminstarasi di rumah sakit.

“saya bingung pak saat mau membayar Rumah sakit menolak dan meminta untuk kita bayar pakai uang langsung tidak bisa pakai kartu KIS. Sementara kami ini rakyat miskin tidak ada uang untuk membayar hanya harapannya Kartu KIS, ini model pelayanan macam apa.” Katanya.

Menurutnya, sebagai warga yang hanya menerima Kartu tanpa ada penjelasan dari petugas merasa beongung dengan Fungsi dari kartu ini, karena sesuai informasi yang di peroleh semua jenis pengobatan gratis.”masa mereka bilang gratis kok saat kita pakai bayar..?” tanya Welem Penuh kesal.

Apa yang di kampanyekan oleh pemerintah menurut dia merupakan akal-akalan semata karena tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Jika sebelumnya dia mengetahui jika pelayanan BPJS melalu Kartu KIS hanya melayani Penyakit atau Pelayanan Tertentu saja dirinya tidak akan membawa anaknya untuk di rawat di Rumah Sakit.

“kalau saya tau dari awal ada jenis sakit yang tidak di biayai oleh BJS atau KIS maka saya tidak bawa anak saya ke Rumah sakit.” Ujar Welem.

Meski tidak memiliki uang, untuk mengeluarkan anaknya dari Rumah sakit naibonat dirinya terpaksa menggadaikan sepeda motornya untuk menebus biaya rumah sakit senilai Rp. 1.700.000.

Sementara itu Kepala Oeperasional BPJS kabupaten Kupang ITO, saat di hubungi pada rabu, 25/4/2018 mengaku, sesuai dengan aturan yang berlaku, BPJS tiak menanggung biaya rumah sakit untuk 17 jenis Penyakit atau kasus pengobatan.

“sesuai aturan sekitar 17 kasus (sakit) yang tidak bisa di biayai oleh BPJS diantaranya, percobaan bunuh diri, Kasus Kecelakaan Kerja dan Kecelakaan lalu lintas.” Jelasnya.

Dikatakan, apa yang di alami oleh pasien di RSUD Naibonat harus di laporkan ke pihak Kepolisian untuk mendapat klaim asuransi dari PT. Jasa Raharja.”ke Polisi Saja biar nanti Jasa Raharja yang bayar, karena BPJS tiadk bisa bayar semuanya sudah di ataur dengan Tugas Masing-masing, sepeti Kasus Kecelakaan tenaga kerja yang biayai adalah BPJS Ketenagakerjaan.katanya”(wr/by-nora)

Terima Kasih