Bantu Pejuang Integrasi Tim-Tim di Timor Barar,TNI Bedah Rumah Pejuang

Oelamasi,obor-nusantara.Com
Bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi pejuang pro integrasi yang berjuang mempertahankan tegak berdirinya Merah Putih tetap berkibar di provinsi Timor – Timur (sekarang menjadi Negara Republik Demokratik Timor Leste) sejak masih menjadi bagian integral RI hingga Referendum 1999, eksistensi para pejuang pro integrasi tetap ditunjukan dengan memilih RI sebagai Tanah Tumpah Darahnya.

Maka sebagai bentuk dukungan nyata Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap dharma bhakti yang diberikan para pejuang pro integrasi dengan membedah sekitar 60 unit rumah pejuang pro integrasi tahun 2018.

Komandan Korem 161/WS Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, SE, MM saat meninjau langsung progres bedah rumah di Rt. 13/Rw. 06 Dusun 3 Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Senin (30/04) mengatakan bedah rumah ini merupakan salah satu upaya TNI untuk turut memperhatikan kesejahteraan para pejuang pro integrasi.

“bapak dan mama pejuang pro integrasi telah menunjukan bahwa merah putih adalah jiwa mereka, oleh karena itu kegiatan bedah rumah sebagai bentuk perhatian TNI terhadap para pejuang,”Ujar Sang Jenderal.

Lebih lanjut dirinya mengatakan kegiatan bedah 60 unit rumah yang dilakukan oleh TNI melalui Korem 161/WS Kupang merupakan hasil kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ASABRI dengan dana CSR BUMN tersebut. Untuk kegiatan bedah rumah tahap pertama 2018 sekitar 60 unit dengan ukuran rumah 6 x 6 meter persegi, termin pertama sementara dikerjakan 30 unit dan akan dilanjutkan untuk 30 unit berikutnya pada termin kedua.

“kalau progres pembangunan termin pertama 30 unit sudah mencapai presentasi 50 – 75 persen akan langsung dilanjutkan dengan pembangunan termin ke dua 30 unit berikutnya,”Bebernya.

Dijelaskan pula bahwa terkait dengan syarat penerima bantuan bedah rumah pejuang pro integrasi lebih difokuskan pada penerima yang telah memiliki hak kepemilikan atas tanah sendiri disamping itu dilihat pula fisik rumah yang dikatakan tidak layak huni, walaupun data yang dimiliki Korem 161/WS Kupang terdapat ribuan jiwa pejuang pro integrasi yang menetap di wilayah NTT. Untuk warga NTT yang bukan merupakan pejuang pro integrasi, bentuk perhatian TNI diberikan dalam bentuk berbeda misalnya TMMD.

“Prioritas utama saat ini terutama pejuang integrasi yang menjadi bagian dari eksodus 1999 dan untuk tahun 2018 kegiatan bedah rumah fokus di Kabupaten Kupang dan untuk periode berikutnya akan menjangkau wilayah lainnya di NTT,”Tutupnya. (Wr by Kenzo).

Terima Kasih