Terlibat Judi Kartu Ketua Partai Ini Di Tangkap Polisi

Foto: Anggota DPRD Kota Kupang HKJ (tengah) saat berada Di Polda NTT (foto Istimewa)

Kupang, obor-nusantara.com-salah seorang Oknum anggota DPRD Kota Kupang HKD alias Hery (46) Dari Partai Demokrat bersama tiga orang temannya masing-masing BAH alias B (47), Yk alias Y (52) dan VSL alias V (47) tertangkap tangan saat tengah permainan judi kartu remi di rumah milik Yan Ndoek yang terletak di Jalan Banteng RT. 19 RW 04 Kelurahan Nunleu, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Wadir Krimum Polda NTT AKBP Bambang Hermanto didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Josua Tampubolon bersama Kasubbid Penmas Bid Humas AKBP Anthonia Pah kepada wartawan dalam jumpa pers Rabu (2/5) di Mapolda NTT mengatakan, para pelaku di tangkap dalam sebuah operasi penggerebekan.
Penangkapan terhadap anggota Dewan Kota atas nama Hery Kaja Cs terjadi pada Selasa (1/5) sekitar pukul 21.00 wita di rumah Yan Ndoek oleh Subdit III Jatanras Polda NTT, kemudian mengamankan empat tersangka ke Mapolda NTT guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

Bambang mengatakan, penggerebekan bermula dari Tim Jatanras setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya aksi permainan perjudian di wilayah Jalan Banteng, Kelurahan Nunleu.
Setelah mendapatkan informasi itu, lanjut Bambang, pihaknya kemudian melakukan pemantauan lokasi, kemudian saat empat tersangka melakukan perjudian maka pihaknya langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan empat tersangka.

“Dari tangan empat tersangka kami amankan sejumlah barang bukti berupa 2 set kartu remi dan uang tunai sebanyak Rp 2.310.000.

Kasubdit Jatanras AKBP Josua Tampubolon menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan dari empat tersangka mengaku baru pertama kali terlibat dalam judi kartu remi.

“Pengakuan para tersangka baru pertama kali, namun kami masih terus melakukan pengembangan pemeriksaan, bahkan kami juga akan memeriksa pemilik rumah karena pengakuan hanya bermain di teras rumah saja, dan saat ini status pemilik rumah masih sebatas saksi,” ungkap Josua.

Terhadap para tersangka dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) KUHP dan ke-2 KUHP subsidair Pasal 303 KUHP Bis ayat (1) dan ke-1 dan ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan atau ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Terhadap para tersangka tidak ditahan karena jenis perjudian kartu remi sehingga tidak ditahan, namun dikenakan wajib lapor,” kata Josua. (sumber Timor raya.com)

Terima Kasih