DPRD Bali Minta BPJN VIII Surabaya Perhatikan Kerusakan Jalan By Pass IB Mantra

Foto: doc- beritabali.com

Denpasar, obor-nusantara.com-Anggota DPRD Provinsi Bali Gusti Putu Widjera meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah VIII memperhatikan kerusakan yang terjadi di sepanjang Jalan Prof Dr. Ida Bagus Mantra yang kini kondisinya semakin memprihatinkan.
“Sepanjang By Pass IB Mantra dari Tohpati (Denpasar) hingga Kusamba, Kabupaten Klungkung sudah banyak yang terkelupas dan rusak berat. Apa lagi di sekitar Kantor Polsek Denpasar Timur jalan tersebut rusak, sehingga dalam pekan ini sudah ada kecelakaan pengendara sepeda motor di kawasan tersebut,” kata Widjera di Denpasar saat meninjau langsung kondisi jalan by pass IB mantra pada Kamis (3/5/2018).
Dikatakan, sebagai pihak yang bertanggung jawab pemeliharaan jalan di wilayah Bali, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) 8 Surabaya harus segera menangani jalan ini dan tidak di biarkan rusak seperti kondisi saat ini.


“Pihak BPJN 8 Surabaya sebagai penanggung jawab jalan negara di pulau Bali harus segera tangani ini jalan dan tidak di biarkan sepeeti ini.” Katanya.
Menurutnya, tanggung jawab mengenai pemeliharaan jalan by pass IB Mantra tersebut adalah BPJN, oleh karena itu pihaknya berharap segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara rutin dalam upaya menjaga keselamatan bagi pengendara.
“Kalau sudah jalannya bagus dan mulus, serta pada malam hari penerangan jalan tersebut nyala, maka angka kecelakaan bisa ditekan,” ujar politikus asal Desa Menanga, Kabupaten Karangasem ini.
Gusti Widjera mengatakan jembatan yang berada di atas Sungai Petanu, Kabupaten Gianyar, saat ini kondisinya aspalnya terkelupas, begitu juga di sisi selatan jalannya gelombang. Hal tersebut jelas membahayakan pengendara, terutama pengendara roda dua yang tidak mengetahui terjadi kerusakan jalan di lokasi itu.
“Saya amati sepanjang Jalan IB Mantra dalam pemeliharaannya masih kurang. Sehingga terkesan juga jorok, sebab banyak sampah di pinggir jalan itu. Karena juga petugasnya seakan membiarkan para pedagang berjualan di pinggir jalan tersebut,” ucapnya.
Ia mengatakan jalan nasional tersebut seharusnya dilakukan penataan secara berkelanjutan, baik itu taman di median jalan, kebersihannya, termasuk pemeliharaan di badan jalan itu. Tapi kenyataannya tetap saja jorok.
“Malam hari juga penerangan jalan tersebut juga sebagian padam. Sehingga menganggu arus lalu lintas. Hal itu pun tidak ada tanda-tanda perbaikan untuk menyalakan LPJ tersebut. Lantas dimana tanggung jawab dari Satker BPJN bypass IB Mantra,” katanya seperti dilansir baliberkarya.
Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional 8 Surabaya yang di Konfirmasi melalui Satker Jalan Nasional Wilayah Bali Sanjaya belum berhasil memberikan keterangan soal kerusakan jalan di jalur by pass IB Mantra.
“maaf pak saya masih rapat, nanati saya hubungi bapak.” demikian balasan WA kepada media ini. (wr/by-nora).

Terima Kasih