Pekerjaan Underpass Ngurah Rai Ditargetkan Selesai Sebelum Pertemuan IMF Di Bali

Denpasar, obor-nusantara.com-. Pengerjaan underpass atau jalan bawah tanah di simpang tugu Ngurah Rai, Badung, Denpasar, Bali dipercepat jelang pertemuan IMF-World Bank bulan Oktober mendatang. Pengerjaan underpass dilakukan selama 24 jam dan melibatkan ratusan orang pekerja.

Pengerjaan underpass simpang tugu Ngurah Rai terus dikebut. Saat ini, proses pengerjaan fisik underpass atau jalan bawah tanah ini sudah mendekati 60 persen, Atau lebih 3 persen dari target 57 persen.

Untuk mengejar pekerjaan agar  selesai pada pertemuan IMF-World Bank pada Oktober 2018 mendatang, pihak pelaksana proyek tiap harinya melakukan pekerjaan selama 24 jam dengan melibatkan 200 orang pekerja.

“Untuk beberapa pekerjaan pembangunan underpass seperti penggunaan alat berat tertentu seperti alat bor, baru bisa dilakukan mulai jam 12 malam karena terbentur aturan ketinggian penerbangan dari pihak otoritas bandara yang ada di sekitar proyek,”jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Nyoman Yasmara didampingi Kepala Proyek pembangunan underpass, Kusno Erianto, Sabtu (12/5/2018).

Proyek underpass simpang tugu Ngurah Rai sepanjang 712 meter senilai Rp 168 miliar ini mulai dikerjakan 26 September 2017 dan ditarget selesai pada 20 Oktober 2018.

Meski ditarget selesai Oktober 2018, namun bulan Agustus 2018, underpass ini diharapkan sudah fungsional atau bisa dilalui kendaraan.

Jalan bawah tanah atau underpass simpang tugu Ngurah rai ini diharapkan akan mampu mengurai kemacetan yang terjadi selama ini di kawasan tersebut. Sehingga para peserta pertemuan IMF-World Bank di Bali tidak terjebak dalam kemacetan saat menuju lokasi pertemuan.[wr/by-bbn/psk]

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara