Pembangunan Fisik Bendungan Temef Akan Dimulai 2019

Kupang, obor-nusantara.com-Pekejaan pembangunan fisik bendungan temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur baru bisa di mulai pada tahun anggaran 2019 mendatang. Hal ini sudah di sesuaikan dengan jadwal kegiatan proyek oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua Kupang.Saat ini pekerjaan tahap awal hanya meliputi persiapan lokasi kegiatan bendungan.
Selain  persiapan lokasi kegiatan bendungan  pemerintah juga tengah melakukan upaya penyelesaian masalah lahan di lokasi tersebut dengan warga sekitar agar dalam pekerjaan fisik nanti tidak terjadi kendala.
Meski di akui bahwa, warga sekitar sangat mendukung pembangunan bendungan temef namun, untuk menghindari adaya kerugian warga yang di timbulkan akibat adanya pekerjaan pembangunan bendungan temef perlu di selesaikan masalah sosial yang ada di lokasi terutama masalah lahan.
Untuk itu pemerintah saat ini tengah melakukan sejumlah langkah penyelesaian masalah lahan di bendungan temef dengan warga.Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bendungan temef Frengky Welkis, pekerjaan tahap awal bendungan temef hanya meliputi perseiapan pembersihan lokasi, pembangunan sarana proyek termasuk pondasi bendungan dan lainnya. Sementara untuk pekerjaan fisik bendungan atau bangunan utama baru dilakukan pada tahun anggara 2019 mendatang.
Dikatakan, sejak kontrak di tanda tangani pada bulan desember 2017 lalu, kontraktor pelaksana telah melakukan kegiatan persiapan dengan kegiatan pembersihan lokasi.
” yang kita lakukan saat adalahpembangunan fasilitas lapangan seperti jalan masuk kantor proyek, barak pekerja dan gudang termasuk sarana penunjang lainnya.” katanya.
Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaan fisik bangunan utama bendungan nanti tidak terjadi hambatan.
Terkait masalah pembayaran lahan menurut Frengky, hal tersebit merupakan urusan pemerintah darah kabupaten timor tengah selatan. Pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pupr hanya menyiapkan anggaran untuk kegiatan fisik bendungan.
Hingga saat ini menurut frengky, masalah lahan tengah dalam proses penyelesaian dan di pastikan akan di selesaikan oleh pemda TTS dalam satu dua bulan mendatang. (wr/by-nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara