Daniel Tagu Dedo”RUPS Bank NTT” Sebaiknya Digelar Setelah Ada Gubernur Baru

Kupang, obor-nusantara.com-Rencana digelarnya Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) oleh Para Pemegang Saham PT. Bank NTT pada awal Juli 2018 mendatang di Nilai tidak menyelesaikan Persoalan Pemenuhan Kursi Direksi yang masih Kosong. Pasalnya, proses pemelihan Direksi Bank NTT bersamaan dengan Pilkada yang tengah berlangsung dengan menghasilkan Gubernur dan Bupati Baru.
Karena itu, Para Pemegang sahan Terutama Gubernur Selaku Pemegang saham Pemgendali sebaiknya menunda RUPS Pemelihan Direksi Bank NTT Hingga Pelantikan Gubernur dan Bupati Baru hasil Pilkada 2018 ini.
Hal Tersebut di kemukakan Mantan Direktur Utama Bank NTT Daniel Tagu Dedo kepada media ini pada sabtu, (16/06/2018). “Sebaiknya Pemilihan Direktur Utama dan Direktur Umum menunggu Gubernur baru”. Kata Tagu Dedo.
Di katakan, Pemilihan Gubernur dan Bupati tinggal beberapa hari lagi dan pasti ada hasil pemeilihan yang segera di lantik.
“Pilgub sudah di depan mata hanya tinggal beberapa hari. Secara Etika Politik seharusnya kita tunggu Gubernur baru sebagai Pemegang Saham Pengendali untuk menetapkan Dirut dan Dirum, bahkan saya kuatir Gubernur baru akan merombak struktur kepengurusan yang telah ada saat ini. Situasi ini yang sering dihadapi seluruh BPD di tanah air”. Jelasnya.
Menurutnya, pengalaman yang terjadi di dalam Managemen BPD di Indonesia sering Gubernur terpilih merombak hasil Pemeilihan Direksi Baru sebelum Pilkada.
“Saat ini saja ada 4 BPD yang kepengurusannya belum lengkap akibat pergantian kepemimpinan Politik di daerah dan itu semua mereka lakukan sambil menunggu Gubernur Baru”. Ujarnya.
Ditambahkan, Pertimbangan lain, bahwa sesuai ketentuan Peraturan Perbankan jumlah Direksi minimal 3 orang sudah terpenuhi demikian juga jumlah Komisaris minimal 50% dari jumlah Direksi juga sudah terpenuhi oleh kepengurusan saat ini.
“Kalau kepengurusan sering diganti ganti walaupun masa tugasnya belum selesai akan sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap banknya, selain itu Tingkat Kesehatan Bank akan turun menjadi Kurang Sehat”. Tutup Daniel. (wr/by-nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara