Amos Corputty, Etikanya Pemegang Saham Pakai Direksi Yang Ada dan Seleksi Direksi Baru di Urus Gubernur Baru

Kupang, obor-nusantara.com-Rencana pegelaran Rapat Umum Pemegang Sahan Luar Biasa (RUPS-LB) yang di gelar oleh Seluruh Pemegang saham PT. Bank NTT untuk menyeleksi calon Direktur Umum dan Direktur Utama yang kini masih kosong pada Tanggal, 02/07/2018 mendatang mulai menuai protes dari para pemegang saham lainnya.
RUPS Luar Biasa untuk menyeleksi Dua Calon Direksi oleh pemegang saham yang di sponsori oleh Gubernur NTT selaku pemegang saham pengendali di Bank NTT ini terkesan di paksakan, mengingat masa jabatan Gubernur NTT hanya tinggal menghitung hari.
Karena itu untuk kelancaran serta kebaikan dan kesehatan Bank milik Rakyat NTT ini maka para pemegang saham Bank NTT sebaiknya memberikan kesempatan bagi Para Direksi Yang ada untuk bekerja sambil menunggu adanya Gubernur Yang baru hasil PILKADA ini.
“idealanya seperti itu, biarkan para Direksi yang ada bekerja karena sudah memenuhi 50 persen dari jumlah Direksi yang ada”. Jelas mantan Direktur Utama Sekaligus salah satu pemegang Saham Bank NTT Amos CH Corputty kepada media ini pada Senin, 18/06/2018.
Menurut Amos, persoalan Kekosongan jabatan Direksi di Bank Pembangunan Daerah (BPD) bukan saja terjadi di Tubuh Bank NTT tetapi juga sejumalah bank Daerah di Indonesia akibat Adanya pesta demokrasi Pilkada.
“kasus yang di alami bank NTT bukan di sini saja tetapi Ada sejumlah BPD juga mengalami hal yang sama, jadi sebaiknya kita tunggu Gubernur yang baru saja. Tetapi ini keputusan mutlak atau hak Gubernur NTT selaku pemegang saham Pengendali, jadi kita ikut saja apa kata Gubennur, saran pendapat boleh saja tetapi bukan menjadi keputusan”. Katanya.
Di jelaskan, jika ingin memberikan kesempatan dan menjaga kesehatan serta kepercayaan masyarakat terhadap Bank ini maka perlu memberikan kesempatan bagi para Direkesi yang ada untuk bekerja.
“kasian ini Bank, yang rugi adalah Bank ini kalau begini terus, proses Direksi yang lalu saja memakan waktu hingga 1 tahun apa lagi ada Pilkada, harus dipikirkan juga hal ini. Karena apakah Gubernur baru mau menerima hasil Seleksi ini atau tidak..? Ini harus di pertimbangkan juga”.Jelas Amos.
Dikatakan, dalam proses seleksi ininsaja yang kini tercat sebagai pelamar dalam dua jabatan ini terdapat dua Direktur Aktif masing-masing Direktur Pemasaran dana kredit dan Direktur umum.
“sekarang saja yang daftar ada dua direktur yang ikut daftar artinya kalau diantara mereka ada yang lolos maka, pasti ada kekosongan lagi dan bukan lagi 2 jabatan melainkan lebih”. Ujarnya.
Karena itu demi kesehatan Dari Bank NTT Amos mengusulkan agar Dalam RUPS Luar Biasa ini sebaiknya tidak perlu terburu-buru untuk menyeleksi calon direktur mengingat, hal tersebut dipastukan tidak akan menyelesaikan Persoalan di Tubuh Bank NTT. (wr/by-nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara