Hari Pertama Kerja : ASN Kementerian PUPR Bersemangat Kembali Bekerja

Jakarta, obor-nusantara.com-Acara Halal bi Halal menjadi penanda dimulainya hari pertama Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masuk kerja usai libur Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama sejak tanggal 11 – 20 Juni 2018. Meski pada masa libur cuti bersama, sebagian ASN Kementerian PUPR tetap bertugas mendukung suksesnya arus mudik Lebaran dan penyelesaian infrastruktur Asian Games ke-18.

Pada acara Halal bi Halal tersebut, Menteri Basuki bersalaman dengan sekitar 2.300 ASN Kementerian PUPR dan diakhiri dengan santapan khas lebaran. Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan seluruh ASN Kementerian PUPR di seluruh Indonesia siap kembali bekerja dengan penuh semangat dan tetap menjaga kredibilitas Kementerian PUPR.

Menteri Basuki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kementerian PUPR dalam melaksanakan tugasnya membangun infrastruktur di Indonesia, khususnya kepada para Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga dari Aceh hingga Papua yang telah bekerja keras dalam pelayanan jalan dengan kondisi mantap. Namun untuk mewujudkan mudik selamat, aman dan nyaman, selain infrastruktur juga perlu didukung oleh manajemen lalu lintas dan prilaku pengemudi.

“Pada saat mudik, Kementerian Perhubungan sebagai Koordinator dan Korlantas sebagai penanggung jawab di lapangan, saya berada dibelakang untuk mensupport dan saya ikuti terus perkembangannya. Pihak Kepolisian menyatakan infrastruktur yang lebih baik tahun ini dibandingkan tahun lalu memudahkan dalam melakukan rekayasa lalu lintas. Tahun depan akan lebih baik lagi karena Jembatan Kali Kuto dan Kali Kenteng sudah tersambung. Selain itu jalan sirip antara Jalan Pantura dengan Jalan Pansela dan ruas jalan lainnya akan kami siapkan lebih baik lagi,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mengatakan secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun jalan tol fungsional masih sementara semua, kita upayakan memberikan kenyamanan terbaik. Pada waktu arus balik kita tambahkan rest area sementara sebanyak 6 buah dari semula 5, sehingga total ada 11 di jalan fungsional dari Semarang sampai Brebes,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan bahwa catatan evaluasi arus mudik dan balik lebaran 2018 masih terus dikumpulkan dan akan menjadi evaluasi agar tahun depan agar pelayanan lebih baik lagi.

“Hal yang menjadi catatan dan evaluasi untuk tahun depan salah satunya adalah sistem transaksi tol seperti di Jawa Timur yaitu dari Wilangan ke jalur fungsional Kertosono. Awalnya pemudik harus ke luar dulu kemudian masuk Bandar sehingga ada beberapa yang menempelkan kartunya kurang sesuai jadi tidak terdeteksi dan harus bayar tunai, ,” jelas Dirjen Bina Marga Arie Setiadi.

Dikatakannya tantangan tahun depan akan berbeda, apalagi jalan tol trans Jawa sudah operasional, oleh karena itu untuk sistem transaksinya kita akan persiapkan mana yang terbaik dan memudahkan masyarakat.

Pada saat pemantauan arus mudik dan balik lebaran 2018, Arie mengaku terjun langsung memantau perkembangan arus mudik dan balik di Jalur Nasional. Dari hasil pantauannya, jumlah kendaraan yang menggunakan jalan arteri nasional juga banyak, termasuk Jalur Pantai Selatan yang sudah dipromosikan sebelumnya.(*)

Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara