Dari Gubuk Reot, Akhirnya Gedung SDK Don Bosco Naunu Siap dibangun

Oelamasi, obor-nusantara.com 
Sejak berdirinya SDK Don Bosco Naunu 6 tahun silam,dengan fasilitas pendidikan yang serba terbatas di atas sekolah darurat, kini Yayasan Bintang Timur  akan memiliki ruang belajar yang memadai,ditandai dengan pembangunan 3 ruang belajar baru SDK Don Bosco Naunu diatas tanah seluas 3 hektar.

Jesuina Dos Santos Lemos Ketua Yayasan Bintang Timur Selasa (26/06/2018) di Desa Naunu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada acara peletakan batu pertama dimulainya pembangunan SDK Don Bosco mengatakan pergumulan selama 6 tahun lamanya kini terjawab berkat kerja sama semua pihak yang peduli dengan pendidikan

Dikatakannya, inisiatif pendirian SDK Don Bosco Naunu 6 tahun lalu,berlandaskan keprihatinanya melihat kondisi anak – anak warga baru yang menempuh jarak jauh menuju sekolah

Rasa prihatin itu kemudian diwujudkanya dengan membangun SDK Don Bosco walaupun dengan kondisi darurat alias gubuk.

Walaupun tantangan demi tantangan menghampiri,terutama soal ruang belajar yang representatif, proposal yayasan yang dikirim ke berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta selalu di tolak dengan alasan tanah tempat dibagunnya SDK Don Bosco milik Gereja,dirinya tetap optimis untuk terus memperjuangkan nasib pendidikan anak-anak Naunu

Menurutnya,Yayasan Bintang Timur mulai menuai hasil dengan dihibahkan tanah seluas 3 hektar tahun 2017 oleh 3 orang pemilik tanah antara lain Hendrik Manbait, Aleks Kune dan Yesaya Sanam, tahun 2018 SDK Don Bosco,dan kemudian memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Empat Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta Rupiah lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dana yang diperoleh Yayasan Bintang Timur lanjutnya akan dibangun 3 ruang belajar permanen diatas lahan milik yayasan, dirinya masih sangat berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang, dukungan Politis DPRD Kabupaten Kupang serta pihak swasta lainnya.

Sementara itu, Sebastianus Naisau PLH Kepada UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaa Kecamatan Fatuleu mengatakan terdapat 32  Sekolah Dasar di Kecamatan Fatuleu dan dari 32 sekolah itu hanya 31 sekolah yang mengantongi  ijin pendirian dari Bupati Kupang termasuk SDK Don Bosco.

Dengan pembangunan 3 ruang sarana prasarana belajar baru yang representatif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan walaupun memang masih terdapat 7 standar yang harus di penuhi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

“sarana prasarana merupakan salah satu standar dari 8 standar pendidikan yang perlu perhatikan oleh satuan pendidikan, untuk itu pihak sekolah dan yayasan mesti berupaya keras memenuhi 7 standar lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan,”Ungkapnya. (By kenzo).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara