Kurangi Buta Huruf, Anggota Polisi Di Perbatasan Tilos Modifikasi Motor Dinas Jadi Perpustakaan Keliling

oleh

Atambua, obor-!nusantara.com-Untuk mengurangi tingkat buta aksara di daerah Perbatasan Indonesia Timor Leste, seorang anggota Polisi yang bertugas di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memodifikasi motor dinasnya menjadi perpustakaan keliling. SelainOtor ia memasuki daerah pelosok batas Negara membangun rumah baca dan mengajak anak-anak buta aksara untuk belajar membaca.
Anggota polisi yang bernama Brigadir Kepala (Bripka) Abraham Duka ini sehari-harinya bertugas sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di kabupaten Belu, Nusa tenggara timur. Ia memodifikasi motor dinasnya agar dapat membawa puluhan buku bacaan di belakang motornya.
Terik matahari tak menyurutkan niatnya untuk menjumpai sejumlah anak-anak desa terisolir yang berada di Kabupaten Belu (NTT) daerah yang langsung berperbatasan negara Timor Leste.
Kedatangannyapun langsung disambut dengan ceria oleh anak-anak, Tak hanya membawa buku bacaaan ia pun ikut serta mengajarkan dan membaca bersama mereka di sebuah bangunan milik warga yang tidak berpenghuni, yang dimanfaatkan warga setempat sebagai rumah baca.


Selain anak-anak usia dini, orang dewasapun yang sebelumnya buta aksara ikut membaur bersama anak-anak untuk belajar membaca berbagai sumber literasi seperti, buku-buku agama, buku tentang nasionalisme, dan buku sejarah pahlawan.
Sementara orang tua yang lainnya mendengarkan sosialisasi tentang cinta tanah air dan dampak pelanggaranaran hukum jika warga melakukan hal-hal kriminal.
Tidak hanya di dusun Salala, Desa Pabuna, kabupaten Belu, Bripka Abraham Duka juga kerap berkeliling desa-desa di kecamatan kakuluk Mesak kabupaten Belu, untuk menanamkan minat baca anak.
Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka buta aksara di wilayah yang langsung berbatasan dengan negara Timor Leste dengan tingkat buta aksara yang tinggi.
Fransiska Suprianto, ketua RT dusun Salala mengatakan di dusun mereka yang didiami 57 kepala keluarga sebagaian besar anak-anak usia sekolah tidak bisa mengeyam pendidikan karena tidak tersedianya sekolah yang dekat dan daerah mereka sangat terisolir.
“kami sangat berterima kasih kepada pa polisi ini yg sangat perduli dengan pendidikan di Desa Kami disini memang masih manyak orang tua dan anak-anak termasuk buta huruf jadi ini sangat baik dan harus di jaga agar bermanfaat bagi semua. ” katanya.
Sementara itu bribka Abraham Tuka mengatakan inisiatif membuat motor literasi dan membangun taman baca ini, merupakan upaya kepolisian untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa.
Ia menambahkan saat bertugas di Kecamatan Kakuluk Mesak daerah perbatasan Indonesia Timor Leste, dirinya merasa prihatin karena banyak anak yang putus sekolah, iapun kemudian berupaya untuk memanfaatkan potensinya dan juga mendapat dukungan dari Kapolres kabupaten Belu dan komunitas literasi buku NTT yang memberikan Sumbangan untuk membantu anak-anak buta aksara yang ada di perbatasan NKRI Timor Leste.
“”ini terinspirasi saat saya bertugas di Kakuluk. mesak, di sana tingkat pendidikan warga tidak jauh berbeda dengan di sini sehingga saya ijin komandan dan buat motor jadi Perpustakaan keliling. ” katanya.
Ia berharap agar seluruh anak-anak bangsa di NKRI kedepannya bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama, dan diharapkan Bhabinkamtibmas di daerah-daerah lainnya juga harus menjadi ujung tombak merikan kontribusi untuk pembangunan NKRI. (wr/by-cha).