Pemda Caplok Lahan Warga Untuk Bangun Perumahan,  Warga Demo Ke DPRD Kabupaten Kupang

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com-Puluhan Warg  kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)  sebagai pemilik Lahan sawah diseputar civil center ibu kota Kabupaten Kupang mendatangi Kantor DPRD setempat untuk menuntut hak mereka.

Tanah sawah warga diseputar Oelamasi, ibukota Kabupaten Kupang sesuai informasi akan dibangun 1000 rumah,yang diperuntukan bagi pegawai dilingkup Pemerintah Kabupaten Kupang

Dipimpin oleh tokoh masyarakat sekaligus salah satu pemilik lahan sawah,Piet Petrus Seran, selasa,24 Juli 2018 di gedung DPRD Kab.Kupang mengatakan dirinya bersama tokoh masyarakat lainya serta pemilik lahan yang berjumlah sekitar 50 orang meminta DPRD Kupang untuk memfasilitasi persoalan ini

“Kami datang karena pemerintah kabupaten Kupang akan menggusur lahan sawah kami ,Rabu/25 Juli 2018.Pol PP Yang turun ke lokasi beritahu bahwa besok alat berat harus turun untuk gusur tanah kami”ungkap Piet Seran

Lahan untuk ibu kota Kabupaten sudah  diserahkan masyarakat pemilik lahan seluas 250 hektar.sementara Pemda Kupang mengklaim kepemilikan Tanah Pemda Seluas 340 hektar

“Penyerahan Lahan untuk bangun ibukota kabupaten Kupang sudah kami serahkan 250 hektar,bukan 340 hektar .kami ada bukti tertulis tentang penyerahan itu.pajak juga kami bayar.Kami minta lahan 90 hektar dikembalikan kepada kami dan diproses pengurusan sertifikat hak milik kami.”Lanjut Piet

Ketua DPRD kab.kupang Yos lede bersama Anggota DPRD Desi Ballo dan Albert Meok yang menerima pengaduan masyarakat pemilik lahan menyatakan terima kasih karena masyarakat sudah mendatangi gedung dewan yang merupakan rumah rakyat guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan warga

“Persoalan ini kalau dibicarakan bersama akan menyelesaikan semua masalah.Ini rumah aspirasi untuk semua masyarakat kab.kupang .sebagai ketua DPRD, saya akan menindaklanjuti dengan menugaskan komisi A untuk memanggil pemerintah dalam hal ini Bupati dan dinas terkait agar kita dengar pendapat bersama warga pemilik lahan.sedangkan untuk rencana penggusuran saya minta di pending dulu sampai ada kesepakatan bersama”tegas Ketua DPRD.(wr by kenzo)