Tangani Jalan Di NTT, Dinas PUPR NTT Utamakan Mutu dan Kualitas, “Tidak Ada Kompromi Dengan Kontraktor”

Kupang, obor-nusantara.com-Penanganan terhadap seluruh ruas jalan Provinsi di Wilayah Nusa Tenggara Timur setiap tahun dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas PUPR NTT meski masih di batasi oleh minimnya anggaran. Karena alokasi dana yang minim maka, komimen mengedepankan Mutu dan Kualitas menjadi acuan utama dalam menangani semua ruas jalan provinsi di Daerah ini.
Jika ada kontraktor yang sengaja atau berupaya untuk memgurangi mutu dan kualitas, Dinas PUPR NTT tidak akan kompromi dengan siapapun apabila melakukan pelanggaran Kontrak.
“kami sangat tidak main-main dengan Kontraktor kalau salah dan tidak mengikuti aturan kontrak maka resikonya adalah sanksi dan itu di lihat dari tingkat kesalahannya”. Kata PPK jalan Provinsi, Dinas PUPR NTT, DR. Alfons Teodorus, ST, MT saat di temui di Kupang pada Rabu, 08/08/2018.
Menurut Kepala Seksi Penanganan Jalan Dinas PUPR NTT ini, seluruh item. Pekerjaan telah di tuangkan dalam kontrak kerja yang suda di tanda tangani bersama dan jika itu dilanggar maka tentu resiko juga pasti ada. “kan ada kontrak, kalau ada salah ya kita liat kontrak”. Katanya.
Menurutnya, dengan luas wilayah NTT yang terdiri dari kepulauan ini memiliki panjang jalan ribuan kilo meter dan itu tidak di dukung dengan dana baik dari APBD maupun DAK, sehingga pengoptimalan Dana harus di lakukan.
“kita tangani jalan di NTT tiap Tahun dengan dana yang kurang, jadi sistem penangannya dilakukan dengan cara Long sekmen atau mana yang rusak berat di titik itu yang di tangani, jadi kalau ada di lapangan kelihatan seperti lompat-lompat ya itu yang di sebut Long sekmen”. Jelasnya.


Terkait keluhan warga di Nagekeo soal pekerjaan yang tidak menyiapkan saluran air atau drainase yang memadai dan pengaspalan yang tidak tuntas menurut ALFons, di ruas jalan ini sistem penanganannya juga Long sekmen dengan kontrak 2 kilo meter lebih dengan kondisi aspal 1 kilo meter lebih dan sisanya hanya jalan lapisan agregat.
“kalau yang di komplain warga di Negekeo itu kita memang tangani jalan di sana tetapi sistemnya long sekmen juga, ada 2 kilo meter yang kita tangani tetapi tidak termasuk JEMBATAN dan jalannya juga hanya 1 kilo meter lebih yang di aspal sisanya jalan lapisan agregat”. Tutup Alfons.

Ditambahkan,  hingga saat ini seluruh kegiatan penanganan jalan di NTT oleh Dinas PUPR NTT tahun 2018 masih dalam tahap pelaksanaan fisik dan akan di lakukan Penyerahan Tahap pertama (PHO)  jika sudah dinyatakan selesai sesuai dengan Kontrak kerja. Yang ada. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara