Golkar dan advokat NTT Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Penganiaya Calon TKW Asal Nangaroro di Kota Kupang

oleh

Kupang,obor-nusantara.com
Kejadian miris yang menimpa calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) berinisial MN (23 tahun) asal Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo,yang kritis akibat dianiaya sang calo (perekrut) di lokasi penampungan milik Beni Bonei di belakang gedung Keuangan,  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendapat kecaman dari Aktivis dan masyarakat. 

Menurut pengakuan korban yang diberitakan VoxNtt.com, dirinya terpaksa meminta pulang ke kampung halamannya sebab sering dianiaya oleh perekrut asal Boawae, Kabupaten Nagekeo, Markus Kewo, akibat dirinya tidak melayani nafsu bejat sang pelaku di tempat penampungan tersebut.

“Setiap kali saya menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan, saya dianiaya. Hampir seluruh tubuh saya penuh luka memar. Yang paling sakit yakni di tulang paha dan kepala karena sering ditendang dan dibenturkan di tembok setiap kali saya menolak ajakan pelaku. Kejadian itu sejak bulan Mei 2018,” kisah MN seperti dilansir Voxntt.com, Kamis (09/08/18).

Kejadian ini mengundang reaksi keras dari partai Golkar NTT pimpinan Melki Laka Lena dan pengacara yang ada di wilayah ini

Bidang Satgas Anti Human Trafficing (AHT) Golkar NTT melalui Jubir Satgas AHT Golkar Riesta Megasari mengutuk dengan keras perbuatan pelaku dan juga perusahaan jasa tenaga kerja  yang merekrut korban dan kami mengajak semua pihak untuk bekerjasama dampingi korban

“Pendampingan yang pertama kepada korban antara lain soal pemulihan traumatik psikologis korban dan keluarga, yang Kedua kami mendesak pihak Polres Ngada,Satgas TPPO Polda NTT dan Satgas TPPO Mabes Polri untuk memproses secara hukum pelaku TPPO sedangkan yang Ketiga kami akan bekerjasama dengan IOM untuk program Reintegrasi!”tulis Riesta minggu,11/8/2018 kepada media ini

Sementara pengacara senior Lukas Mbulang,saat ditanyakan wartawan soal kasus ini,dirinya mengecam.perbuatan pelaku dan meminta Polda NTT harus usut kasus Human Traffiking.

“Aduh sadis amat,Kejahatan yg tdk bisa ditolerir.Polisi wajib berantas manusia pelaku berwatak binatang yang merusak martabat manusia apalagi korbannya perempuan.usut juga perusahan yang menampung calon TKW Ini.”tegas Lukas.(by kenzo M)