Ulah Kontraktor Kerja Proyek Lambat,  warga Oeteta Setiap Hari Makan Debu

oleh

Oelamasi,obor-nusantara.com
Sejak bulan maret hingga saat ini,Warga masyarakat Rt.04,Rw 02  Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang mengeluh setiap hari “makan debu” akibat dari pembangunan jembatan Oelnaikbesi di wilayah ini.

Proyek pembangunan Jembatan dengan sumber dana dari DPA TA 2018 senilai Rp 5.224.888.000 oleh yang dikerjakan oleh PT Gajah Perkasa ini berdampak buruk buat warga sekitar area proyek

Warga setiap hari “makan debu” akibat dari hilir mudik kendaraan truk bertonase besar yang mengangkut material dan juga akibat pengerukan tanah oleh Alat berat milik kontraktor.

Warga Oeteta yang bermukim disekitar area proyek yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada obor-nusantara.com Rabu (15/8/2018) menuturkan, mereka sangat gembira dengan adanya jembatan ini karena lokasi yang ada selama ini sangat berbahaya namun paling tidak kontraktor memikirkan dampak dari proyek itu sendiri terhadap masyarakat

Menurut penuturan mereka,jembatan lama memang kondisinya sudah tua sehingga wajar dibangun baru. Namun, dampak ikutan dari proyek ini pada debu yang beterbangan hingga ke rumah-rumah di sekitarnya.

“Setiap hari kami makan debu. Truk besar yang angkut material melintas di jalan angin bawa debu masuk sampai ke dalam rumah. Kasihan anak-anak kena ispa. Kami sudah minta kalau bisa kontraktor siapkan air tengki untuk siram di jalan depan pemukiman warga tapi mereka tidak hiraukan juga. Sudah berulangkali kami minta tapi sama saja. Mereka hanya siram di areal jembatan,” kata warga.

Akhirnya mereka mengakui harus berusaha menyiram sendiri bagi keluarga yang memiliki uang untuk bayar tangki air.

Sementara Warga lain juga mengatakan pembangunan boleh saja asalkan pikirkan juga dengan dampak lingkungan yang dihadapi masyarakat

“Proyek milyaran rupiah ko masa tidak bisa siram tanah dilokasi sekitar proyek,aneh.kontraktor mau untung besar tu,”kesalnya.

Sementara itu,  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  penanganan  jalan dan Jembatan Dinas PUPR Privinsi NTT  Doktor Alfons Teodorus,  ST.  MT saat di hubungi media ini mengakui jika semua pekeejaan jalan pasti ada debu yang bersumber dari material proyek.

“ya pasti adalah debu,  karena itu kita mengharapkan pengertian dari warga sekitar selama beberapa saat saja mengingat jalan ini akan di bangun lebih baik dari sebelumnya”. Ujar Alfons. .(wr by kenzo)