Soal Sengketa Lahan Warga dan Pemda Kupang, DPRD Bilang “Bijaksana Jika Pemda Kembalikan Hak Rakyat

Oelamasi,obor-nusantara.com-Polemik lahan diseputar area civil center Oelamasi milik masyarakat kelurahan Naibonat kini memasuki tahap mediasi. Rabu 15/8/2018  masyarakat pemilik lahan yang sedang mengolah lahan 90 hektar tersebut lagi-lagi mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kupang untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan komisi A DPRD Kabuoaten Kupang.

Warga yang hadir dalam dengar pendapat hari ini sekitar 150 orang,dipimpin oleh yusuf Saduk,Kris Bengkiuk dan Pit Seran Sedangkan dari pihak pemerintah yang ikut hadir,Anggota komisi A kab.Kupang,penjabat sekda,dan dinas terkait

Mediasi yang di lakukan oleh komisi A belum membuahkan hasil,sehingga ada langkah-langkah selanjutnya yang diambil untuk mengambil sebuah keputusan bersama

Anis Mase selaku wakil ketua DPRD setempat ketika dimintai komentar diruang kerjanya,Rabu,15 Agustus 2018 mengatakan sebenarnya persoalan ini tidak berkepanjangan karena pemerintah ada untuk melayani masyarakat

“Apa salahnya kalau kita duduk bersama,pemerintah,DPRD,Masyarakat dan Forkopimda,kita sepakati untuk hibahkan tanah tersebut kepada masyarakat”ucap Mase.

Lanjutnya,memang secara yuridis lokasi yang disengketakan sudah masuk dalam sertifikat aset pemda Kupang,sehingga harus ada langkah bijak pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat

“Jadi solusinya kita hibahkan kembali kepada masyarakat sesuai dengan regulasi yang ada.kalau kita lihat perda tata ruang juga lokasi tersebut masuk dalam wilayah pertanian bukan pemukiman.jadi saya pikir solusi ini sangat bijak dan tidak merugikan pihak manapun”tutupnya.(wr by kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara