Pj Gubernur NTT Sebut, Bom Ikan dan Racun Merusak Biota Laut di NTT

Kupang, obor-nusantara.com-Aksi Pemboman dan penggunaan racun untuk menangkap ikan di laut dinilai menjadi sumber kerusakan yang baling berbahaya di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan pemboman ikan dan penggunaan Racun di perairan NTT sudah berlangsung lama dan perlu di perangi bersama oleh seluruh lapisan masyarakat turutama pemerintah agar persoalan ini bisa teratasi.
Wilayah Nusa Tenggara Timur yang hampir di dominasi oleh laut menjadi salah satu potensi yang dapat membawa dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat jika di kelola dengan baik.
Sayangnya pemanfaatan potensi laut seperti penangkapan ikan dan lainnya oleh para nelayan dilakukan tidak sesuai dengan norma dalam menjaga dan memelihara biita laut yang ada.
Hal ini mengakibatkan terjadinya pengrusakan biota laut yang berdampak pada mengurangnya hasil tangkapan nelayan.


Penjabat Gubernur NTT Robert Simbolon saat membukan kegiatan Bersih Pantai dan Laut yang di gelar oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional NTT di Pantai Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada minggu, 19/08/2018 mengatakan, selain kerusakan laut akibat adanya aktivitas pemboman ikan dan menggunakan racun juga adanya pembuangan sampah ke laut yang cukup besar.
“di perairan timur indonesia telah di temukan oleh Fakultas ilmu kelautan dan perikanan, Universitas Hasanudin dalam sebuah penelitan di peroleh fakta yang mengejutkan yakni 25 persen ikan yang di tangkap sudah mengandung mikro plastik”. Kata Simbolon.
Dikatakan, hal ini di sebabkan adanya pengrusakan biota laut yang nengakibatkan berkurangnya makanan ikan di laut dan sampah plastik yang menjadi konsumsi ikan di laut.
“aksi bom ikan dan racun itu sudah lama terjadi di perairan ntt sudah ada hasil kajian berarti sudah bahaya”. Ungkap Simbolon.
Karena itu, Pj. Gubernur berharap adanya upaya kesadaran dari semua masyarakat termasuk pemerintah dalam menangani masalah baik sampah maupun pemboman ikan di perairan Nusa Tenggara Timur yang terjadi selama ini.
Kegaiatan yang bertemahkan Kebersiahan ini di ikuti oleh ratusan peserta dari berbagai instansi terutama TNI dan Polri serta anak sekolah. Dalam kegiatan seluruh peserta melakukan pembersihan pantai Oesapa dari sampah yang ada di pantai tersebut. b(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *