Jalur Selatan Pulau Timor Ke Timor Leste Terkesan di Lupakan Pempus Dalam Alokasi APBN

Kupang, obor-nusantara.com-Jalur Jalan Selatan Pulau Timor yang melintasi ruas jalan Panite-Kolbano-Boking hingga ke Kabupaten Malaka dan perbatasan Motamasin RI-Timor Leste Distrik Kovalima sangat strategis untuk menjadi jalur utama bagi warga dari dan ke Timor Leste.
Meski secara ekonomi memiliki nilai strategis untuk memudahkan angkutan barang dan jasa ke kedua negara, namun ruas ini kini mulai terancam putus setelah dua tahun di biarkan rusak dan tidak tertangani.

Pada hal dari total panjang sekitar ratusan kilo meter ini hanya tersisa 3 jembatan dan jalan tanah 9 koma 9 Kilo meter yang belum di tangani oleh pemeintah Pusat hingga saat ini.
Selain memiliki nilai strategis Ekonomi juga Tidak luput dari para pelancong Pariwisata untuk menikmati indahnya pantai yang menawarkan pasir halus nan indah serta batu warna kolbano yang sudah sejak lama terkenal.


Menurut salah seorang warga Pantai Oetune, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur MARTHen yang menghubungi media ini pada senin, 20/08/2018 mengaku, kondisi jalan yang masih tanah sudah mulai rusak dan di kawatirkan akan rusak berat saat musim hujan nanti.
“kami sebagai warga sangat prihatin dengan kondisi jalan di sana pak, masa cuma tinggal 9 kilo meter tidak bisa di tangani? Jika tetap di biarkan maka sangat mungkin hujan nanti jalur selatan terputus” katanya.


Dikatakan, sebagai jalur utama bagi warga diselatan pulau timor maka jalan ini harus segera di tangani oleh Pemerintah Pusat. “kunjungan DPR RI datang dan pergi termasuk pejabat kementerian PUPR selalu turun ke.lokasi tetapi mana sudah 2 tahun kondisi tetap.seperti itu tidak ada perubahan” ujarnya.
Sebagai jalur utama selatan maka ruas ini setiap hari ramai di lewati kendaraan yang bertonase besar dari dan ke Timor Leste sehingga jalan yang sudah rusak terus hancur.
“kalau rusak kami masyarakat yang susah, kami mau lewat mana lagi kalau mau ke kota kupang atau ke Motamasin, batas negara Timor Leste” jelas Marten.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X
Kupang, Kementerian PUPR melalui Kasatker Wilayah 2 Rahyudi saat di hubungi melalui saluran telepon (WA) tidak di respon.(wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara