Jadi Calo Proyek Oknum Pejabat Di BPJN X Kupang Segera Di Gugat Wanprestasi

Kupang, obor-nusantara.com-Salah seorang Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus Pejabat di Lingkungan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial “BK” akan di Gugat Secara Wanprestasi oleh salah seorang Kontraktor (FT) akibat Ingkar janji setelah Oknum Pejabat Proyek ini menjadi Makelar Proyek dan tidak Melunasi sisa utang atas pekerjaan galian Tanah dan batu senilai Rp. 1.700.000 Juta dari total yang harus di bayar senilai Rp. 2.900.000 Juta oleh Kontraktor Pemenang Tender. 

Rencana Gugatan Wanprestasi “FT” kepada pejabat proyek di BPJN X Kupang yang berinisial “BK” ini telah di susun dan kini tinggal di daftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang, jika dalam waktu yang telah disepakati bersama ternyata Pejabat “BK” dan Kontaraktor Pemenang tender pekrjaan Jalan di Kota Kupang pada tahun anggaran 2012 silam.

“kami sudah menunjuk dua orang untuk menjadi pengacara kami dan materi Gugatan sudah di siapkan tetapi kami masih memiliki etiket baik untuk berkomunikasi dengan jangka waktu yang sudah di tentukan oleh para Tergugat yakni sampai akhir September” Jelas Suber terpercaya yang enggan untuk disebutkan namanya kepada media ini pada Selasa, 21/08/2018.

Menurut sumber tersebut, dalam materi gugatan ini, penggugat hanya meminta Pengadilan untuk memerintahkan kepada para Penggugat yakni Kontraktor Pemenang tender Pekerjaan Jalan Di Kota kupang tahun 2012 inisial “UB” dan Pejabat di BPJN X Kupang “BK” untuk dapat melunasi sisa Utang yang belum di bayar sejak tahun 2012 lalu.

“gugatan ini hanya bertujuan satu saja yaitu meminta Para terguagat baik Kontraktor “UB” maupun pejabat alias Calo Proyek “BK” untuk melunasi sisata utang kepada kami, karena kami sudah rugi bayar bunga bank dan pekerjaan sejak tahun 2012 silam” kata sumber tersebut.

Dikatakan, memang dalam Proyek ini antara Penggugat dengan para tergugat tidak ada kontrak kerja seperti biasa tetapi yang menjaminkan diri sesuai dengan kesepakatan awal adalah Pejabat Proyek langsung termasuk angtara Penggugat dan tergugat saling kenal satu sama lain sehingga tidak ada saling curiga jika di akhir pekerjaan kedua tergugat ingkar janji seperti ini.

“yang jaminkan diri waktu itu Kasatkernya langsung bahkan Oknum “BK” ini yang langsung menghubungi kami untuk membantu pekerjaan di Kota Kupang jadi memang kami tidak berpikir jika nanti seperti ini dan juga waktu pembayaran juga bukan melalui Kontraktor pemenang tender tetapi melalui Pejabat Proyek dengan janji nanti sisa akan di bayarkan setelah selesai opname proyek terakhir”katanya.

Untuk diketahui sistem kerja sama angtara Kontraktor pemenang tender dengan pihak ke tiga atau (sup Kontraktor) di proyek sudah hal bisa dan menjadi salah satu upaya pemberdayaan atau bagi-bagi rejeki antara para penyedia jasa. Namun berbeda lagi jika yang menyediakan SUPKON adalah Pejabat Proyeek sendidi dan jika di akhir pekerjaan terjadi ingkar janji antara Pemenang tender dengan Supkon maka tentu akan mejadi tanggung jawab Pejabat Tersebut alias sang CALO. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara