733 Kendaraan Dinas Milik Pemkab Kupang Tunggak Pajak Hingga 5 Tahun

Oelamasi,obor-nusantara.com-
Miris memang, persoalan pajak yang selama ini sering dihimbau kepada masyarakat agar taat pajak sebagai salah satu kewajiban warga kepada negara,Pajak kendaraan bermotor dari kendaraan dinas milik pemerintah kabupaten Kupang malah tunggak pembayaran pajak hingga 5 tahun berturut-turut.

“Saat ini tunggakan pajak dari kendaraan dinas milik pemkab kupang sudah mencapai 733 unit”

Hal itu disampaikan kepala UPTD.PPKAD wilayah Kabupaten Kupang,Yohanes Boro Hali,SE saat ditemui wartawan diruang kerjanya kamis,23 Agustus 2018

Jon mengatakan Pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu PAD Prov.NTT yang berdampak pada kegiatan bagi hasil pajak kepada Pemerintah kabupaten Kupang untuk kegiatan pembangunan dan kemasyarakatan

Menurutnya,yang menjadi permasalahan untuk  kendaraan dinas milik pemkab kabupaten kupang adalah belum adanya sinkronisasi data antara Samsat dengan pihak aset dan juga masalah kelengkapan dokumen kendaraan.

“Kami berharap Kepala Daerah terus memberikan himbauan kepada seluruh pimpinan  Organisasi perangkat daerah agar melunasi seluruh pajak kendaraan yang dimiliki dan taat pajak karena kendaraan dinas menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat wajib pajak di wilayah kab kupang”pintanya

Ia juga mengungkapkan kesulitan dalam penagihan pajak kendaraan dinas karena Kelengkapan dokumen dan juga kendaraan dipindah tangankan tanpa melaporkan kepada
Samsat

Penyebab lain penunggakan pajak kendaraan dinas menurutnya akibat pejabat yang dimutasi membawa serta kendaraan dinas dan juga kendaraan yang dibawa pergi oleh pensiunan.

Disamping itu, pemerintah kabupaten kupang juga tidak melaporkan kendaraan dinas yang rusak dan tidak terpakai lagi dan Kendaraan dinas yang sudah pemutihan

“Ini rugi bagi pendapatan daerah karena kalau kendaraan pribadi pajaknya 1,5 persen sementara jika masih terdaftar sebagai kendaraan dinas biayanya 0,5 persen.”jelasnya.(by kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara