Menguak Inisial Kontraktor dan Pejabat BPJN X Kupang Sang Calo Proyek

Kupang, obor-nusantara.com-Mulai perlahan namun pasti muncul berbagai spekulasi tentang nama (inisial) Kontraktor dan Nama Pejabat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di sinyalir selama ini ikut mengatur dan membagi-bagi proyek di lingkungan kerja BPJN X Kupang sejak tahun 2012 lalu atau masih Balai jalan 8 di Denpasar.

Selama beberapa hari ini tentu banyak yang akan bertanya dan menjadi bingung karena tidak mampu menebak siapa Pejabat BPJN X Kupang, NTT berinisial “BK” yang di duga melakukan ingkar janji dan akan di Gugat ke Pengadilan Tata Usa Negara oleh Kontraktor yang mengerjakan Peoyek Galian di Jalur 40 kota kupang  pada tahun anggaran 2012 dengan biaya APBN.

“bapa tidak usa pakai inisial yang begitu tulis saja langsung nama orang” kata sumber terpercaya yang menghubungi  media ini sekaligus sebagai Penggugat yang akan memejahijaukan Kontraktor KUB dan sang Calo.

Dikatakan, dirinya masih membuka waktu kepada para calon tergugat untuk berkoordinasi hingga batas waktu yang di sepakati, jika tidak maka gugatan segera di daftarkan ke Pengadilan untuk di proses hukum.

“saya masih beretiket baik untuk memberikan waktu kepada mereka untuk kita koordinasi karena saya yakin kasus ini akan jadi besar dan banyak makan  korban”. Katanya.

Dikatakan, pejabat BPJN X Kupang berinisial “BN” ini yang menghubunginya langsung dan mempertemukan dirinya dengan kontraktor KUB untuk membantu menyelesaikan pekerjaan galian di proyek jalut 40 karena waktu pelaksanaan sudah hampir habis.

“Pejabat “BN” ini yang menghubungi saya langsung dan meminta untuk bantu KUB karena waktu sudah mepet (hampir habis) yaitu hanya sisa waktu satu bulan jadi kita kerja siang malam terus sekarang bayar malah begini” Terangnya.

Bahkan menurutnya, sesuai pengakuan dari Kontraktor KUB, uang sebanyak 1 koma 7 milyar Rupiah ini sudah di bayarkan kepada Pejabat Balai inisial “BN” sebagai Datker yang mempertemukan kedua kmotraktor ini untuk pekerjaan Galian di Jalur 40 Kota Kupang.

“saya dengar dari kontraktor KUB bahwa uang semuanya sudah di bayarkan kepada pejabat “NB” sejak proyek itu selesai, maka itu saya kalu sebagai KUB saya suru dia bayar uang itu biar tidak ribut” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat BPJN X kupang BN yang di hubungi media ini sejak beberapa hari lalu melalui jaringan WhatsApp (WA) sama sekali tidak di respons.

Untuk diketahui sistem kerja sama angtara Kontraktor pemenang tender dengan pihak ke tiga atau (sup Kontraktor) di proyek sudah hal bisa dan menjadi salah satu upaya pemberdayaan atau bagi-bagi rejeki antara para penyedia jasa. Namun berbeda lagi jika yang menyediakan SUPKON adalah Pejabat Proyeek sendiri dan jika di akhir pekerjaan terjadi ingkar janji antara Pemenang tender dengan Supkon maka tentu akan mejadi tanggung jawab Pejabat Tersebut alias sang CALO. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara