Aliansi Masyarakat Demo Tolak HGU PT. PGGS Di Kabupaten Kupang

oleh

Kupang, obor-nusantara.com-Puluhan Warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kabupaten Kupang Mengguggat, menggelar aksi demo bersama di Kantor DPRD Provinsi NTT di jalan El Tari 2 Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam aksi ini massa meminta agar Pemerintah segera mencabut Hak Guna Usaha (HGU) yang telah diberikan kepada Perusahaan Garam PT. Panggung Guna Ganda Semesta dan PT. Puncak Keemasan Garam Dunia di sejumlah Wilayah di Kabupaten Kupang.
Aksi Demo yang digelar pada kamis, 14/09/2018 ini di awali dari Kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Oepoi Kota Kupang.
Aksi yang berlangsung damai ini mendapat pengawalan ketat dari aparat Keamanan dari Polres Kupang Kota.
Dalam Orasi yang di sampaikan oleh Koordinator Aksi Jhon Ricardo menyampaikan sejumlah Tuntutan kepada Pemerintah melalui DPRD NTT yakni, menolak Hak Guna Usaha (HGU) yang telah diberikan kepada Perusahaan Garam PT. Panggung Guna Ganda Semesta dan PT. Puncak Keemasan Garam Dunia di Desa Bipolo, Nunkurus, Kelurahan Baubau, Kelurahan Merdeka, Tuapukan dan Desa Oebelo.
Selain itu masa juga meminta pemerintah membatalkan HGU tersebut dan mengembalikan kepemilikannya kepada masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.
Masa juga meminta agar semua aktivitas di lokasi Tambak Garam milik PT PGGS serta hentikan pencaplokan hak-hak rakyat dan hak ulayat yang mengatasnamakan pembangunan untuk rakyat Kabupaten Kupang.
Menurut Jhon Ricardo, saat hak guna usaha (HGU) dikeluarkan dan di berikan kepada Perusahaan pengelola Garam oleh pemerintah Kabupaten Kupang Kepada Pengusaha telah terjadi gelombang protes datang dari barbagai lapisan masyarakat termasuk Bupati Kupang Ayub Titu Eki.
Hal ini di sebabkan penyelesaian persoalan lahan tidak pernah tuntas sehingga lahan tersebut di biarkan terlantar oleh PT. PGGS selama bertahun-tahun.
Karena itu, masa menilai apa yang di lakukan oleh Pemerintah dan PT. PGGS merupakan cara pencaplokan tanah ulayat yang mengatasnamakan rakyat. (wr/nora).