Korban Kebakaran di Kampung Adat Gurusina Dapat Bantuan Dari PT.  Jasa Raharja NTT

Kupang,  obor-nusantara.com-PT jasa’Raharja Persero Cabang NTT, melalui program Peduli Kasih menyerahkan bantuan bagi para  korban kebakaran di Kampung Adat Gurusina kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur   yang terbakar  pada, Minggu (13 Agustus 2018) yang menghanguskan  sedikitnya 27 rumah adat (kepala keluarga) dari 33 rumah adat yang ada.

Penyerahan bantuan kepada  33 kepala keluarga Dari 27 Kepala Keluarga yang menjadi Korban Kebakaran dilaksanakan pada hari Selasa (11/09/2018).

Kepala Cabang jasa’Raharja NTT Prastio Surahmanto, SE,QIA didampingi kanit PKBL Aryo Wibisono,S.Kom Kepada Media ini Mengatakan, Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian PT Jasa Raharja (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang diberikan amanah disamping sebagai pelaksana UU No. 33 tahun 1964 dan UU No. 34 tahun 1964, namun juga mempunyai tanggung jawab untuk untuk memberdayakan kondisi sosial masyarakat. Bentuk tanggung jawab ini direalisasikan dengan memberikan bantuan barang-barang yang dibutuhkan oleh warga korban kebakaran kampung adat Gurusina.

Prastio Menambahkan  bantuan kita diberikan kepada seluruh 33 kepala kepala Keluarga Dari 27 Kepala Keluarga  yg rumahnya terbakar, dengan tujuan agar terdapat perlakuan yg sama bagi sluruh warga.

” Bantuan yg d berikan kepada warga adalah barang kebutuhan Rumah tangga senilai Rp, 87.568.910 .Jelas Prasetio

Saya berharap semoga masyarakat Propinsi NTT  tersentuh hatinya untuk berpartisipasi membantu menyalurkan bantuan terhadap korban kebakaran.

Sementara salah satu penanggung Jawab Posko Kebakaran Kampung adat Gurusina Florianus Rero Mengataka” Kami Sangat berterima kasih Kepada Pihak jasa Raharja NTT yang di mana punya rasa Kepedulian untuk membantu kami korban kebakaran ini, Meskipun Kita tidak saling Kenal tetapi kami juga mendapat kan perhatian dari jasa’Raharja NTT.Ungkap Florianus

” Kampung adat gurusina adalah kampung adat yg paling banyak d kunjungi wisatawan. Dan Kampung guru sina ini merupakan  lokasi film INE RIE, karena kampung yang mempunyai nilai historis yang cukup tinggi kami sangat mengharapkan uluran tangan dari siapapun agar bisa kita pulihkan kembali kampung adat ini Jelas Florianus.(wr/tim JR) 

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara