Ada Indikasi Markup Pekerjaan Galian 1.200 m3 Tanah Oleh BPJN X Tahun 2017 Di Sabuk Merah Perbatasan

Foro: salah satu jalan sabuk merah di ruas desa dakfala yang di gali 1.200 m3

Kupang, obor-nusantara.com-Satu per satu kebobrokan penanganan Jalan yang di biayai oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai terungkap. Di Ruas Sabuk merah yang menghubungkan jalur perbatasan Motamasin di Kabupaten Belu dengan Kabupaten Malaka yang di kerjakan sejak tahun 2012 silam mulai terngkap Adanaya indikasi markup vulume Galian tanah di ruas itu.
Pada Tahun anggaran 2017 lalu terindiaksi ada markup galian sebesar 1.200 meter kubik yang di bayarkan oleh negara di ruas jalur sabuk merah tepatnya di jalur Dakfala kabupaten Belu kepada kontrakror pelaksana oleh BPJN X.
Berdasarkan data dan informasi dari salah seorang kontraktor yang enggan untuk di sebutkan namanya yang menghubungi media ini beberapa waktu lalu mengaku, ada galian sekitar 800 hingga 1.200 meter kubik galian tanah yang di bayarkan kepada kontraktor dengan nilai proyek sangat fantastis Rp. 60 milyar di ruas sabuk merah pada tahun anggaran 2017 lalu.
“kita patut pertanayakan ada galian tanah hingga mencapai 1.200 m3 (satu juta 200 meter kubik) itu gali apa pak, harus di cek tanahnya itu di buang kemana..? Kan. Banyak itu bukan sedikit galian itu..tanyanya”.

 

 

Dia mengaku, dari data dan informasi yang di peroleh, untuk mengerjakan galian 1.200 meter kubik tanah ini, kontraktor Hanya menggunakan alat berat (eksavator) 4 unit dan sangat tidak masuk akal jika. Di kerjakan hanya dalam waktu 3 hinga 5 bulan.
“kerja galian 1.200 m3 dengan eksa 4 unit yang benar saja pak, kita ini sama-sama pekerja jadi saling taulah” bebernya.
Menurutnya, Pihak Balai Pelaksaan Jalan Nasioanl X Kupang pada saat itu di pimpin oleh Kepala balai sebelumnya Bambang Widihaetono telah membentuk tim melakukan investigasi terhadap kasus ini.
” setau kami ada tim investigasi dari Balai yang turun langsung untuk melakukan unji lapangan dan bagaimana hasilnya kami tidak tau, yang jelas ini harus di tangani aparat penegak hukum” tandasnya.
Sementara itu mantan Kepala BPJN X Kupang Babang Widihaetono saat di hubungi media ini mengaku, masalah ini telah di klarifikasi dan semua sudah di selesaikan.
“ini masalah sudah saya klarifikasi sebelumya dan sudah selesai” pungkas Bamabang.
Karena itu untuk. Membuktikan kebenaran adanya kebocoran uang negara puluhan.milyar di ruas sabuk merah terutama di Satker nol dua Wilayah Kupang BPJN X Kupang perlu adanya penyelidikan dari aparat Kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di BPJN X Kupang, megingat banyak uang Negara di Kelola oleh Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian PUPR di daerah ini. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara