Ternyata Bukan 1.200 m3 Markup Galian Tanah Di BPJN X Tetapi 1 Juta 200 m3

Kupang, obor-nusantara.com-Indikasi markup 1 juta 200 meter kubik galian tanah di ruas jalan Sabuk merah di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang tahun anggaran 20017 semakin terbuka.
Kasus yang sempat menyita perhatian Balai Jalan X Kupang ini dengan membentuk tim investigasi interen untuk melakukan pengecekan lapangan hingga akhir proyek meski tanpa rekomendasi yang pasti dari tim investigasi.
Menurut sumber terpercaya dari BPJN X Kupang kepada media ini di Kupang pada beberapa waktu lalu mengaku, kasus ini sempat menyita perhatian Balai Jalan saat proyek sedang berlangsung pada Tahun 2017 lalu.
“dulu sempat di bentuk tim investigasi untuk melakaukan pengecekan lapangan dari Balai lansgung ke proyek hanya saja kita tidak tau hasil akhirnya dan sesuai informasi semua sudah di amankan” katanya.
Dikatakan, adanya informasi galian tanah sebanyak 1 juta 200 meter kubik di proyek ruas jalan sabuk merah di perbatasan timor barat dan Timor Leste di Kabupaten Belu sudah di respon oleh mantan Kepala Balai yang lama (Bambang) dan sudah di klarifikasi.
“ini masalah sudah di klarifikasi sejak awal muncul masalah” tegas Bambang Widihaetono saat di hubungi media ini.
Di katakan, perosoalan Galian 1 juta 200 meter kubik tanah di perbatasan sudah clear dan bisa di pertanggung jawabkan.
Sebelumnya di beritakan oleh media ini pada selasa, 18/09/2018, Satu per satu kebobrokan penanganan Jalan yang di biayai oleh dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, Nusa Tenggara Timur mulai terungkap. Di Ruas Sabuk merah yang menghubungkan jalur perbatasan Motamasin di Kabupaten Belu dengan Kabupaten Malaka yang di kerjakan sejak tahun 2012 silam mulai terngkap Adanaya indikasi markup vulume Galian tanah di ruas itu.
Pada Tahun anggaran 2017 lalu terindiaksi ada markup galian sebesar 1.200 meter kubik yang di bayarkan oleh negara di ruas jalur sabuk merah tepatnya di jalur Dakfala kabupaten Belu kepada kontrakror pelaksana oleh BPJN X.
Berdasarkan data dan informasi dari salah seorang kontraktor yang enggan untuk di sebutkan namanya yang menghubungi media ini beberapa waktu lalu mengaku, ada galian sekitar 800 hingga 1.200 meter kubik galian tanah yang di bayarkan kepada kontraktor dengan nilai proyek sangat fantastis Rp. 60 milyar di ruas sabuk merah pada tahun anggaran 2017 lalu.
“kita patut pertanayakan ada galian tanah hingga mencapai 1.200 m3 (satu juta 200 meter kubik) itu gali apa pak, harus di cek tanahnya itu di buang kemana..? Kan. Banyak itu bukan sedikit galian itu..tanyanya”.
Dia mengaku, dari data dan informasi yang di peroleh, untuk mengerjakan galian 1.200 meter kubik tanah ini, kontraktor Hanya menggunakan alat berat (eksavator) 4 unit dan sangat tidak masuk akal jika. Di kerjakan hanya dalam waktu 3 hinga 5 bulan.
“kerja galian 1.200 m3 dengan eksa 4 unit yang benar saja pak, kita ini sama-sama pekerja jadi saling taulah” bebernya.
Menurutnya, Pihak Balai Pelaksaan Jalan Nasioanl X Kupang pada saat itu di pimpin oleh Kepala balai sebelumnya Bambang Widihaetono telah membentuk tim melakukan investigasi terhadap kasus ini.
” setau kami ada tim investigasi dari Balai yang turun langsung untuk melakukan unji lapangan dan bagaimana hasilnya kami tidak tau, yang jelas ini harus di tangani aparat penegak hukum” tandasnya.
Sementara itu mantan Kepala BPJN X Kupang Babang Widihaetono saat di hubungi media ini mengaku, masalah ini telah di klarifikasi dan semua sudah di selesaikan.
“ini masalah sudah saya klarifikasi sebelumya dan sudah selesai” pungkas Bamabang.
Karena itu untuk. Membuktikan kebenaran adanya kebocoran uang negara puluhan.milyar di ruas sabuk merah terutama di Satker nol dua Wilayah Kupang BPJN X Kupang perlu adanya penyelidikan dari aparat Kejaksaan atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di BPJN X Kupang, megingat banyak uang Negara di Kelola oleh Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian PUPR di daerah ini. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara