Perduli Eks Pekerja Migran, Bank NTT Oelamasi Bantu  Anakan Ternak 

Oelamasi,obor-nusantara.com-
Setelah 10 tahun lamanya jadi buruh migran di negeri jiran ,Delvi Boys salah seorang eks buruh migran asal Raknamo,  Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)  urungkan niat untuk kembali menjadi TKI ke Luar negeri setelah mendapat dana bantuan Ternak Babi dari Bank NTT Cabang Oelamasi.

Langkah yang dibuat Bank NTT Cabang Oelamasi dirasakannya sangat membantu mereka melalui dana pemberdayaan berupa pemeliharaan ternak babi bagi perempuan dan sapi bagi kaum pria di desa raknamo

Delvi menyampaikan hal ini kala ditemui wartawan di lokasi calon pengembangan usaha ternak dampingan Bank NTT di Raknamo, Kamis (8/11/2018).

Dikatakan,  pada tahun 2000 dirinya secara resmi bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Dirinya kembali ke tanah Timor tahun 2005 dan setelah itu berangkat lagi ke Malaysia bekerja selama lima tahun kedua hingga 2010.

Hasil dari pekerjaannya di malaysia selama 10 tahun tidak berdampak positif buat keluarga dan lebih banyak duka yang dialaminya di tanah rantau

Pengalaman ini mendorong delvy memutuskan untuk tidak mau lagi bekerja di luar negeri.

“Enaknya cuma kita bisa ke luar negeri dan naik pesawat saja. Tidak ada hasil yang membuat hidup bahagia. Makanya saya ajak teman-teman kaum perempuan agar jangan tergiur ke luar negeri. Bekerja di tanah kelahiran sendiri lebih baik,” katanya.

Mendengar informasi dari media soal bantuan dari Bank NTT,Dirinya bersyukur mendapat informasi dari Bank NTT Cabang Oelamasi bahwa ada dana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ternak sapi dan babi

Atas niat baik ini, lanjut Delvi yang juga sebagai ketua kelompok perempuan ex buruh migran  bersama warga lain sebanyak 25 orang membentuk kelompok memelihara ternak sapi dan babi.

“Kami buka lahan baru sekitar 1 hektar dan kami bangun kandang dan siapkan pakan ternak secara berkelompok.kami didampingi oleh petugas dari bank NTT.”pungkasnya

Hal senada dikisahkan Devita Nakmanas,salah satu calon tenaga kerja ke luar negeri yang mengurungkan niatnya.

Nakmanas mengaku bahwa  memang ada niat bekerja ke luar negeri tetapi dengan banyak cerita dari eks migran, dia tidak mau lagi berangkat karena mereka yang pulang dari luar negeri tidak ada bedanya dengan yang tinggal di kampung.

“Kita kalau kerja di luar negeri jauh dari keluarga,  sementara hasil usaha tidak beda dengan di sini. Makanya saya tidak mau ke luar negeri. Saya bersyukur ada pendampingan dana pemberdayaan dari Bank NTT Cabang Oelamasi. Harapan saya kedepan jangan hanya 25 anggota saja tetapi bisa lebih itu”katanya

“Saya dan teman-teman berterima kasih kepada Bank NTT atas bantuan yang diberikan ini, dan harapan saya teman-teman jangan tergiur berangkat ke luar negeri lagi,” pinta Devita.

Sementara Dominggus Siki yang juga eks buruh migran di Malaysia merasa kapok keluar negeri.

Selama hampir 5 tahun dirinya bekerja di perusahaan kelapa sawit dan hasil yang diperolehpun tidak memberikan kemakmuran buat mendukung ekonomi keluarganya.

Ia mengaku,Setelah pulang di Raknamo dirinya mendapatkan informasi bahwa Bank NTT Cabang Oelamasi membantu dana pemberdayaan ekonomi sehingga Dia ikut bergabung membentuk kelompok.

“Kami dapat bantuan bibit babi 50 ekor dan sapi 50 ekor dari Bank NTT. Saya terima kasih sekali dan tidak akan kerja di luar negeri lagi. Biar usaha di tanah sendiri lebih baik,” katanya.(by kenzo)

Terima Kasih