Merasa Di Rugikan,  Warga Oebelo Minta Gubernur Desak Pemerintah Pusat Cabut ijin HGU PT.  HGGS di Oebelo

Foro,  Folkes Mooy Mbatu Warga Desa Oebelo

Kupang,obor-nusantara.com-
Sejumlah Tokoh masyarakat Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT)  meminta Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat membantu warga untuk mendesak Pemerintah Pusat agar mencabut ijin Hak Huna Usaha (HGU) yang kini diklaim Oleh  PT. PGGS yang ada di Oebelo.

Permintaan tersebut disampaikan warga desa Oebeli  Folkes Mooy Mbatu ketika ditemui di rumahnya,Senin,12/11/2018. Menurutnya HGU yang diklaim PT. PGGS sangat merugikan masyarakat dan juga membodohi masyarakat setempat.

“Saya sebagai pemilik lahan dan tokoh masyarakat Oebelo minta bapak Viktor Laiskodat secepatnya Cabut ijin HGU yang ada di Oebelo.mereka datang hanya tipu kami dengan 1 hektar Tanah di kasi Rp.50.000.”katanya.

Sebab selama tanah kami diambil,dengan iming-iming mau bangun pabrik garam tapi sejak 1992 sampai saat ini tanah kami ditelantarkan.

“Kami merasa dibodohkan oleh mereka.karena bilang mau bangun pabrik garam tapi tidak bangun apa-apa.tanah ditelantarkan begitu saja.kontrak mereka ambil untuk kepentingan bisnis mereka.”tegasnya

Sedangkan Apeles Bullan selaku pemilik lahan dan juga mantan kepala Desa Oebelo sejak Tahun 2007-2013 menceritakan kronologi proses HGU PT.PGGS

“Setelah diadakan pengukuran, Masyarakat di panggil kumpul di gereja awalnya untuk sosialisasi kemudian dibagi amplop disuruh pasang didada dan foto.pulang rumah baru buka amplop.sampai dirumah saat buka hanya Rp.50.000-Rp.75.000.ada tokoh masyarakat yang tidak mau terima uang,perkara sampai jakarta,yakni bapak Yulianus Mooy.”tukas Apeles,Senin,12/11/2018

Apeles meminta DPRD dan pemerintah kabupaten Kupang dan pemerintah propinsi NTT memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memihak kepada masyarakat

“Saya harap pak Viktor Laiskodat cabut HGU dan pt ini angkat kaki dari sini.saya lihat pak viktor pemimpin yang tegas dan bermasyarakat.”pintanya.(by kenzo)

Terima Kasih