Diterjang Banjir, Jembatan Penghubung Dua Kelurahan Di Kota Kupang Nyaris Ambruk

Foto,: Warga Sedang membangun jembatan darurat

Kupang, obor-nusantara.com-Hujan deras yang terus menguyur Kota Kupang dan sekitarnya sejak sepekan terakhir mengakibatkan sebuah jembatan Penghubung dua Kelurahan Du Kota Kukang, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam ambruk. Untuk melancarkan arus lalu lintas warga di kedua kelurahan ini, secara gotong royong warga bersama membuat jembatan darurat di lokasi tersebut.
Sebuah Jebatan di Kelurahan Liliba RT 17 RW 06/ yang menghubungkan kelurahan Naimata dan Kelurahan Liliba kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ini nyaris putus setelah di terjang banjir yang cukup keras.
Hujan deras yang terus menguyur kota Kupang, semenjak sepekan terakhir menyebabkan sebuah jembatan hasil swadaya masyarakat di RT 17 RW 06 Kelurahan Liliba kota Kupang/ Nusa Tenggara Timur, nyaris ambruk akibat terkena hantaman banjir.
Sebagai langkah Antisipasi agar tidak terputus, warga di kelurahan Liliba dan kelurahan naimata, kota Kupang, bergotong royong kembali memperbaiki jembatan ini pads bagian pondasi sebagian jembatan yang telah amblas tergerus air hujan hingga pondasi roboh ke sungai.
Jembatan dan jalan pengerasan yang dibangun hasil swadaya masyarakat sejak 5 tahun silam ini merupakan satu-satunya akses ratusan penduduk di dua kelurahan untuk bisa terhubung ke kota kupang.
Padahal jarak dari jembatan menuju Kantor Lurah Naimata hanya berjarak kurang lebih 1 kilo meter yang hanya dibatasi oleh sebuah kali kecil. Kondisi inipun belum bisa terhubung akibat tidak adanya akses jembatan alternatif penghubung masyarakat dua kelurahan dengan kantor lurah naimata Kota Kupang.


Tadius Mika, warga kelurahan Liliba, mengatakan, jembatan dan jalan ini dibangun sejak lima tahun silam yang biayanya dari hasil swadaya masyarakat, dengan dibebankan kepada warga di RT 17 RW 06 Kelurahan Liliba, dan 3 RT lainnya di Kelurahan Naimata yang biasanya menggunakan akses jalur ini, sebesar rp. 150.000 per kepala keluarga.
“ini jembatan kami warga di sini yang bangun secara swadaya tanpa bantuan pemerintah atau lembaga lain, sekarang sudah rusak bebgini kami sangat minta bantuan dari pemerintah kota kupang untuk membantu membangun jembatan yang baru sebagai pengganti jrmbatan ini”. Katanya.
Dukatakan, Sebelumnya Wakil Wali Kota Kupang Herman Man telah meninjau jalan ini dan menjanjikan untuk segera melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan namun hingga kini belum juga terealisasi.
Jalan pengerasan yang berlubang, yang hanya dilapisi tanah putih, diperparah lagi kondisi jalan menanjak kerap mengakibatkan kecelakaan. Tidak jarang sejumlah pengendara roda dua dan roda empat, sampai terjungkal ke sungai karena tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah kota Kupang agar segera memperbaiki jalan ini, sehingga memasuki musim penghujan saat ini warga yang bermukim di dua kelurahan ini tidak terisolasi. (wr/cha)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara