Ka BPJN X Kupang Bantah Jembatan Liliba Rusak

Kupang, obor-nusantara..com-Isue rusaknya jembatan liliba di Kota Kupang,  Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang sempat menggocang warga Kota Kupang senin,  26/11/2018 melaui media sosial dan Media lainnya hanyalah informasi berupa Hoax alias tidak benar.

Setelah dipastikan hamya berupa hoax atau infprmasi sesat yang sengaja di berikan kepada masyarakat Kota Kupang, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN)  kupang langsung memberikan klarifikasi.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN)  X  Kupang M. Napitupulu saat di hubungi pada  senin,  26/11/2018 mengaku,  informasi  rusaknya jembatan liliba hanya Hoax saja.

“lapor pak wali.. terkait jembatan liliba.. itu adalah hoaks, kejadian mobil tabrak pembatas jalan (kira2 50 mtr drari pangkal jembatan) tdk berpengaruh terhadap struktur jembatan. Kebetulan ketemu dengan p kapolres dan sudah sama2 press release. Demikian. tks.. (cc: pak wagub NTT, pak fary, direktur jembatan)”. demikian tulis Napitupulu melalui sambungan WhatShap ke media ini.

Dia mengakui pagi tadi sempat dilakukan penutupan sebagian jalur jalan di Liliba, karena ada kendaraan yang menabrak pembatas jalan dan terguling, sehingga harus di evakuasi agar lalu lintas kembali lancar. “Ada mobil yang tabrak pembatas jalan,” katanya.

Namun bersedar isu bahwa jembatan Liliba goyah. Padahal tidak ada pengaruh terhadap struktur jembatan Liliba. “Bawasannya ada isu yang mengatakan jembatan goyah. Perlu diketahui jembatan dimana pun harus ada goyangnya. Ada melendut namanya. Itu memungkinkan dari aspek teknis,” katanya.

Dia mengaku telah meninjau jembatan Liliba dan tidak ada pengaruh apa pun terkait struktur rangka, fondasi jalan dan struktur kekuatan jembatan.  “Tidak ada masalah,” tegasnya.

Karena itu,  dihimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu bahwa jembatan Liliba goyah, sehingga pengaruhi keselamatan pengguna jalan. “Kekuatan jembatan tidak terpengaruh sama sekali,” ujarnya.

Struktur jembatan Liliba, menurut dia, belum tua, karena baru 25 tahun, sehingga dianggap masih wajar. Jika sudah berumur 25 tahun baru dipikirkan duplikasinya. “Jembatan Liliba masih layak,” katanya. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara