Kerja Asal jadi, Belum Seminggu Di Aspal Jembatan Betsobe  di TTU Mulai Rusak

Foto Jembatan Betsobe saat di Sapal. Oleh Kontraktor (12/12/2018

Kefamenanu, obor-nusantara,com-Diduga Kerja asal jadi, sebuah jembatan di jalur Trans Timor di Desa Subun Betsobe Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai rusak. Kerusakan terjadi pada bagian bentangan kedua jembatan, pada hal jembatan ini baru selesai di aspal pada hari rabu (12/12/2018) sore atau belum cukup 7 hari (seminggu) oleh Kontraktor Pelaksana.

Jembatan Betsobe di jalur Trans Timor yang menghubungkan jalur jalan Trans Tmor di Timor Barat dengan Negara Timor leste melalui pintu Masuk Mota’ain dan Motamasin di Kabupaten Malaka di kerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang tahun anggaran 2018 dengan pagu Dana Rp. 2,995.521.000 yang bersumber dari Dana Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) murini dan baru diaspal sudah mulai rusak.

Pantauan media obor-nusantara.com pada hari Rabu, 12/12/2018 sore, Jembatan ini di aspal dengan kualitas aspal yang bagus, namun ada indikasi pekerjaan tidak bermutu pada lapisan cor beton jembatan yang sebelumnya di tegur oleh salah seorang pekerjan.

Menurut salah seorang warga yang enggan ditulis namanya yang di temui di Kota Kefamenanu pada sabtu (15/12/2018) mengaku, sebagai warga yang secara kebetulan melitas saat jembatan tersebut tengah dikerjakan secara kasat mata sudah sangat tidak berkualitas.

“saya waktu lewat mereka lagi sementara kerja dan saya sempat tegur kenapa ini tidak bagus kok di biarkan saja. Teguran ini tidak di indahkan oleh para perkerja termasuk Pengawas dari CV. Zamita Abadi, bahkan waktu jalan di aspal juga saya sempat tegur soal kualitas dari pekerjaan lapisan di bawah aspal dan benar belum seminggu sudah rusak”. Katanya.

Menurut warga, Kontraktor yang mengerjakan Proyek jembatan ini sempat menutup kerusakan ini dengan campuran semen, namun kembali rusak setelah dilalui oleh kendaraan bermotor.

“ini sempat di tutup oleh pekerja dengan campuran semen  tetapi langsung rusak tidak bertahan karena memang pekerjaan lapisan awal (dasar) di duga asal jadi’.kata warga.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ruas kefa-nesam-oelpau Muhamad Edwin saat di hubungi media ini sama sekali tidak di respon. Bahkan media  ini berusaha untuk menghubunginya melalui salah satu staf proyek dengan harapan bisa tekomunikasikan namun hasil tetap tidak ada. (wr/nora)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara