Jaringan  Irigasi Raknamo Baru Bisa Optimal Berfungsi Tahun 2020 Mendatang

Kupang, obor-nusantara.com-Warga Petani Desa Manusak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Sangat Berterimakasih Dengan Adanya Pembangunan Jaringan Irigasi Di Wilayah Mereka. jaringan irigasi dari bendungan raknamo ini di pastikan akan rampung pada bulan desember ini dan baru bisa di gunakan secara optimal pada musim tanam tahun  2020 mendatang.

Pembangunan Jaringan Irigasi Dari Bendungan Raknamo Yang Telah Memasuki Tahap Kedua Tahun 2018 Ini Sudah Mencakup Sejmlah Lokasi Pertanian Di Wilayah Manusak Dan Naunu Kampung Oeboba.

Ama Salah Seorang Warga Desa Manusak, Dengan Adanya Bendungan Raknamo, Kini Air Permukaan Di Wilayah Mereka Semakin Terjaga, Stok Air Baku Juga Akan Tercukupi, Begitu Pun Air Untuk Kepentingan Pertanian Melalui Jaringan Irigasi.

“sangat senang sekali kami sudah dapat Bendungan kini dapat lagi jaringan irigasi, dengan adanya jaringan irigasi dari Bendungan Raknamo ini berarti kami sudah tidak susah air lagi”. Katanya.

Sementara Itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Dan Rawa I Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai (Bws) Nusa Tenggara (NT) II – RUBEN RIWU Mengatakan, Untuk Tahun 2018, Pihaknya Menargetkan Pembangunan Jaringan Irigasi Untuk Melayani 500-An Hektar Lahan Pertanian Masyarakat, Dari Total Seribu 232 Hektar Yang Nantinya Akan Terlayani.

Dikatakan, secara keseluruhan proyek pembangunan jaringan irigasi ini dilakukan bertahap selama tiga tahun, yakni sejak tahun 2017 hingga selesai tahun 2019. Sehingga untuk tahun 2018 ini merupakan pekerjaan tahap ke dua, dengan kontrak kerja hingga 28 desember nanti.

”ini sudah bangunan tahap kedua yang meliputi bangunan jaringan irigasi sepanjang 1.700 meter di wilayah manusak dan sekitar 3 kilo meter di wilayah kuludoki. Dari 1.700 meter jaringan yang di bangun, 1000 meternya masih dalam bentuk jaringan tanah yang akan di angun pada tahun 2019 nanti”. Jelas Ruben.

Menurutnya, untuk jaringan irigasi ke wilayah manusak satu dan dua termasuk Oboboa akan di suplay dari bendung kuludoki satu yang kini dalam tahap pekerjaan akhir.

“kuludoki satu dan dua serta Oeboboa akan di bantu dari bendung kuludoki yang sementara dibangun, jadi nanti kedepan jaringan ini ada dua sumber air yang akan di pakai baikd ari Bendungan Kuludoki maupun dari Bendungan raknamo”. Ujarnya.

Ruben Riwu Juga Menjelaskan, Untuk Pekerjaan Tahap 2 Tahun 2018, Pembangunan Irigasi Masih Tersisa Sepanjang 1 Kilometer Di Daerah Manusak. Hal Itu Akibat Terkendala Masalah Sosial, Yakni Ada Warga Yang Awalnya Sepakat Lahannya Dilewati Jaringan Irigasi, Namun Menolak Ketika Pembangunan Dilakukan.

“Meski  Jaringan Irigasi Untuk Beberapa Lokasi Di Desa Raknamo Dan Manusak Telah Dibangun, Namun Para Petani Belum Bisa Memanfaatkan Jaringan Tersebut. Hal Itu Disebebkan, Pekerjaan Jaringan Irigasi Dan Pembangunan Bendungan Kolidoki Masih Akan Berlanjut Hingga Tahun 2019.” Tandas Ruben.

Selain Itu, Pengisian Air Di Bendungan Raknamo Juga Masih Dilakukan Hingga Mencapai Volume Maksimal yang membutuhkan waktu hingga 3 tahun atau sampai dengan tahun 2020 mendatang. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *