Selesai Dibangun, Tiga Jembatan Di Ruas Jalan Nasional Nesam-Mota’ain Siap Di Pakai

Atapupu, obor-nusantara.com-Ruas Jalan Nasional Nesam-Mota’ain yang di tangani oleh Pemerintah Pusat, Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang melalui program Long Sekmen selain Menangani Jalan yang rusak (berlobang) juga Jembatan yang sudah rusak termakan usia.

Di ruas tersebut pada tahun anggran 2018 ini BPJN  Kupang melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nesam-Mota’ain menangani 3 Jembatan yang sudah mulai rusak dengan jembatan baru.

Ketiga jembatan tersebut masing-masing, Pergantian jembatan Abat dengan panjang 14 meter di Desa Jenilu, Kampung Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, jembatan Lalian dengan panjang 10 meter di Desa Naekesa, Kecamatan Atambua Selatan dan pergantian jembatan Faberat didesa Tesa Kecamatan Laen Manen, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.

Pekerjaan ke tiga jembatan tersebut hingga akhir bulan Desember 2018 telah mencapai 100  persen dan kini tinggal proses penyerahan tahap pertama (PHO) dari kontraktor kepada Pihak Balai Jalan.

“saat ini semua pekerjaan di tiga jembatan itu sudah selesai 100 persen dan tinggal proses administrasi PHO”. Ungkap PPK Ruas Nesam-Mota’ain Naiomi Sandang. ST. MT  di Atambua, jumat (28/12/2018).

Dikatakan, proses pekerjaan ketiga jembatan ini sempat mengalami kenadala pada item pekerjaan pengaspalan dan baru bisa dilakukan beberapa minggu lalu setelah penyedia jasa Aspal melakukan pengaspalan.

“memang kita sempat terkendala di aspal saja, tetapi sudah bisa tertangani oleh penyedia aspal butas dan semua sudah dilalui sekarang”. Katanya.

Diakuinya, memang  benar ketiga  jembatan ini berada di ruas jalan Nasional dan berada di daerah yang memiliki tingkat lalu lintas yang padat, pada saat proses pembangunan masyarakat pengguna jalan pasti sedikit terganggu.

“ya kita akui, memang saat pekerjaan fisik itu masyarakat sedikit terganggu, tetapi kami sangat berterima kasih, karena semua mendapat dukung dari warga sehingga semua pekerjaan bisa terlaksana dengan baik dan selesai”. Ungkapnya.

Dijelaskan, khusus untuk jembatan Abat di Kampung Atapupu, Desa Jenilu berada persis di pintu perbatasan Mota’ain yang menghubungkan Pelabuhan utama Atapupu dengan Negara Timor Leste dibangun sedikit berbeda.

“perbeaan ada pada model pekerjaan dan fasilitas seperti, lampu jalan dan pekerjaan bronjong di sungai, karena jembatan ada di tengah perkampungan warga jadi kita lengkapi dengan lampu jalan”. Papar Naomi.

Selain pekerjaan Pembangunan Jembatan, pada Ruas ini juga di lakukan penangan jalan yang rusak dengan sistem Long sekmen yang semuanya telah mencapai 100 persen dan tinggal pekerjaan akhir yakni pemotongan rumput terakhir sebagai syarat Pelaksanaan penyerhan tahap satu (PHO).(wr/nora)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara