100 Ekor Rusa Dan 4 Ekor Kerbau Makanan Komodo Dibantai, Polisi Bekuk Pelaku Saat Memuat Hasil Buruan

 Aparat saat mengamankan rusa yang mati karena diburu di Pulau Komodo, NTT. ( Foto: Istimewa)
Jakarta -obor-nusantara.com- Seorang Aparat dari kesatuan Brigade Mobil (Brimob)  Berhasil membekuk seorang pelaku Pembantai 100 ekor Rusa dan 4 ekor kerbau di Kawasan dilindungi Pulau Komodo,  Kabupaten Manggarai Barat,  Nusa Tenggara Timur saat pelaku hendak bersama 4 orang rekannya tengah mengangkut hasil buruan tersebut menggunakan Perahu motor ke pulau Sape,  NTB. 
Dari tangan para pelaku Sang Brimib seorang diri ini mengamankan barang bukti berupa,  2 pucuk senjata laras panjang,  Perahu dan hasil buruan yang tengah di muat ke Kapal.
Seperti yang di lansir BeritaSatu.com pada Mi inggu,  30/12/2018, Perburuan hewan yang dilindungi di tempat yang dlindungi terus terjadi. Salah satunya perburuan ratusan rusa dan kerbau liar di Pulau Komodo tepatnya di Nusa Tenggara Timur.

Pelaku dibekuk oleh anggota Brimob Papua Ipda Suriadin yang secara kebetulan ada di lokasi. Kejadiannya pada Sabtu (29/12) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Anggota saat itu diberitahu warga telah terjadi kegiatan bongkar muat rusa dan kerbau liar. Jumlah rusa 100 ekor dan kerbau 4 ekor yang merupakan hasil buruan yang di tembak di pulau Komodo,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo Minggu (30/12).

Setelah menerima laporan tersebut Suriadin turun ke TKP di pantai torowamba desa Poja dan meringkus pelaku atas nama Nurdin asal Sape.

“Empat pelaku lainnya melarikan diri. Selanjutnya pelaku diserahkan ke polsek setempat serta meminta bantuan kepada Kapolsek Sape melalui telepon,” imbuh Dedi.

Adapun barang bukti yang berhasil di amankan odalah dua pucuk senjata jenis mouser dan SS-1 yang sudah dimodifikasi dan amunisi ukuran 5,56 sejumlah 8 butir.

“Pelaku berusaha menyuap anggota dengan memberikan 10 ekor rusa dan uang sebesar Rp 20 juta. namun Ipda Suriadin tidak menggubris tawaran para pelaku,” tambahnya.

Rusa dan kerbau liar adalah makanan komodo. Berkurangnya populasi rusa dan kerbau liar tentu membahayakan habitat komodo yang merupakan hewan langka dan di lindungi.(wr/nora/beritasatu.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *