Tutup KD, 145 PSK Ancam Memask dan Duduki Kantor Wali Kota Kupang 

Foto: pertemuan PSK du tenau (dok andy)

Kupang, obor-nusantara.com-Sebanyak 145 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Lokalisasi terbesar di Kota Kupang, Karang Dempel (KD) di Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengancam akan menduduki Kantor Wali Kota Kupang selama 3 hari pada (selasa, 08/01/2019 sampai dengan kamis, 10/01/2019) mendatang jika tuntutan mereka tidak di tepati oleh Pemerintah Kota Kupang yang sebelumnya di sepakati dalam Rapat bersama di Hotel Maya.
Bukan hanya menduduki Kantor Wali Kota Kupang, Mereka juga mengancam akan melakukan aktivitas seperti di KD (buka praktek) dengan membawa seluruh peralatan dapur untuk memasak di kantor tersebut.


“kami terima lokasi ini di tutup, tetapi semua syarat kesepakatan yang sudah di sepakati di Hotel Maya Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang itu di penuhi dulu. Kesepakatan itu antara lain, 1. berikan pembinaan keimanan yang rutin, 2. intervensi kesehatan dari tenaga medis secara rutin dan Berikan ketrampilan dengan mempergunakan tekhnologi tepat guna yang murah”. Kata Ketua peduli Penghuni KD dari Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Wilayah Nusa Tenggara Timur Adelia, saat ditemui wartawan pada kamis, 03/01/2019 dilokalisasi KD di tenau.
Dikatakan, kesepakatan tersebut telah di sepakati bersama dengan Pemerintah Kota Kupang yang di wakili oleh Wakil Wali kota Kupang dr. Herman Man dan harus di tepati dulu sebelum lokalisasi ini di tutup.
“kalau mau tutup ya harus tepati janji dulu, masa tutup terus tidak ada penanganan, mereka (psk) mau makan apa”. Jelasnya.


Menurutnya, pada saat dilakukan penutupan oleh Pemerintah Kota Kupang pada tanggal, 01/01/2019 lalu, sama sekali tidak ada koordinasi bahkan penguhunipun tidak tau.
“waktu tutup saja kami tidak tau, saat mereka pasang plang itu semua orang lagi libur dan lokasi kosong jadi pas datang sudah ada plang tutup lokasi”. Beber Adelia.
Sebelumnya, Penutupan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kupang Nomor 176/KEP/HK/2018 tanggal 21 Desember 2018 yang isinya terhitung tanggal 1 Januari 2019 seluruh aktivitas di lokalisasi diberhentikan.
Meski di tutup namun, para penguni Lokalisasi PSK terbesar di kota kupang ini hingga kini masih berada di lokasi tersebut. (wr/nora).

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara