Gedung Sekolah Rusak,  Puluhan Siswa SD Camplong  Harus Belajar Diluar

Oelamasi, Obor-nusantara.com-
Bangunan darurat yang terbuat dari bebak dan beratap daun gewang Sekolah Dasar (SD) Kelas Jauh dari  SDI Oenunu, Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Jumat (25/1/2019) sekitar Pukul 23.00 Wita roboh diterpa angin puting beliung.

Gedung sekolah darurat yang berdinding bebak dan beratap gewang ini dibangun sejak tahun 2013.Sekolah yang dididik oleh 3 Tenaga Guru, saat ini menampung 42 siswa.

Akibat kejadian ini, Kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan sehingga para orangtua/wali bersama tokoh masyarakat sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang.

Antonius Nitbani selaku koordinator SD Filial, ketika ditemui wartawan  di Dusun III Oetulu, Selasa (29/1/2019) menjelaskan, kejadian robohnya gedung sekolah ini tanpa diduga sebelumnya.Namun diceritakannya bahwa kondisi bangunan darurat sekolah ini memang sangat memprihatinkan.

Angin disertai hujan lebat yang terjadi pada tanggal 25 Januari sekitar pukul 23.00 wita secara mengejutkan mengangkat seluruh bangunan hingga rata tanah.

Akibatnya, para siswa berjumlah 42 orang dari kelas 1-4 tidak bisa mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar sejak tanggal 26 Januari hingga hari ini (29/1).

“Untung kejadiannya malam sehingg

a anak-anak tidak mengalami masalah. Gedung ini dibangun sejak tahun 2013 secara swadaya setelah tuan tanah memberikan pelepasan hak untuk dibangun ruangan darurat.Sejak dibangun sampai sekarang, memang kondisinya cukup memprihatinkan tapi kami salut anak-anak semangat belajarnya tinggi,” katanya.

Beberapa tokoh masyarakat,  Bernard Tanuab,
Daniel Bait, Markus Bait, Kalfin Bait dan Ketua Dusun III, Darius Manu juga menyatakan keprihatinan terhadap robohnya sekolah ini. Menurut Darius Manu, pembangunan gedung sekolah SD Jarak Jauh ini untuk membantu siswa memperpendek jarak tempuh.

Sebelum dibangun SD Filial tersebut, para siswa menempuh jarak sepanjang 6 kilometer untuk belajar di sekolah induk di SDI Oenunu. Namun, robohnya gedung ini cukup menyedihkan sehingga diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) bisa membantu membangun permanen.

“Lahan sudah disiapkan,tinggal kemauan baik dari dinas teknis untuk bantu kami punya anak-anak. Kami bersyukur pejabat dari Dinas Pendidikan sudah turun lihat langsung kejadian ini sehingga mungkin bisa dicarikan solusinya,” sebut Darius.

Pantauan wartawan, gedung sekolah ini berlantai tanah. Puing bangunan yang porakporanda dibersihkan warga dan menempatkan secara rapi di bagian timur lokasi kerusakan.

Hari ini, kepala Bidang pendidikan Dasar dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang bersama staf mendata semua kerusakan untuk dilaporkan ke Atasan. Saat ini juga melalui Kabid SD diberikan 2 lembar terpal yang merupakan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Kupang.(kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara