Tak Kantongi STR, 80  Persen TKD Tenaga Medis  Di RSUD Naibonat Dikeluarkan

Oelamasi, Obor-nusantara.com-
80 persen tenaga kesehatan dengan  status Tenaga kontrak daerah yang selama ini bekerja di Rumah Sakit Umum  Daerah Naibonat kabupaten  Kupang,tidak memiliki  Surat Tanda  Registrasi (STR). Direktur rumah Sakit Eliminasi mereka dari daftar tenaga kontrak tahun 2019 dan diganti dengan tenaga kesehatan  baru yang memiliki STR.

Walaupun  tenaga  Kontrak yang dieliminasi sudah berpengalaman  dalam menangani pasien antara 5-8 tahun di Rumah Sakit Naibonat sesuai spesifikasi pendidikan, namun STR merupakan legal standing bagi setiap tenaga medis dalam  menangani pasien. Jika tidak miliki STR maka mereka dianggap tidak memiliki  ijin untuk  menangani pasien.

Hal ini disampaikan direktur  RSUD Naibonat,dr.Erol Nenobais diruang kerjanya,Rabu,30 Januari 2019 saat diminta konfirmasi  terkait  tenaga kontrak  yang dikeluarkan  sepihak.

“Surat tanda registrasi  mutlak harus dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan. Dari bidan hingga dokter.kalau tidak ada itu berarti  dia tidak ada ijin untuk  mengobati pasien. Semua rumah sakit sudah terapkan aturan seperti itu. Makanya Di RSUD Naibonat tahun ini saya perketat dengan aturan itu.80 persen tenaga kontrak  disini tidak kantongi itu. Sehingga saya akomodir tenaga sukarela yang punya STR”Sebut Direktur

Menurutnya,Tenaga sukarela yang sudah berkarya   disini akan kita masukan menjadi tenaga kontrak sesuai dengan bidang masing-masing.dengan kriteria sesuai masa pengabdian,miliki STR dan evaluasi dari Kepala Ruangan.

“Saya kira tenaga suka rela cukup untuk  penuhi tenaga medis disetiap ruangan menggantikan tenaga kontrak  yang terkendala dengan STR”jelasnya.

Saat ditanya kenapa ditahun sebelumnya tidak terapkan  aturan tersebut dalam perekrutan tenaga kontrak , Direktur mengaku tidak tahu proses rekrutmen tenaga kontrak  dirumah sakit umum.Ia beranggapan bahwa selama ini rekrutmen tenaga kontrak  tertutup sehingga belum bisa terapkan aturan seperti STR bagi setiap tenaga kesehatan.

Informasi yang diperoleh media ini, ternyata  tenaga kesehatan yang dimasukan menjadi tenaga kontrak daerah tahun ini ,hanya beberapa  yang direkrut dari tenaga sukarela di RSUD sementara yang lainnya merupakan tenaga medis yang baru muncul dirumah sakit.malah ada pula yang tidak ada STR tapi dimasukan juga.

Salah seorang  petugas Rumah Sakit yang tidak  mau namanya dipublikasikan mengatakan malah yang diajukan untuk diangkat jadi tenaga kontrak ,ada beberapa tenaga yang baru masuk.Tenaga sukarela yang sudah lama mengabdi juga ada yang tidak diangkat. Kami juga tidak tau direktur rekrut dari mana.

“terus terang  ini jadi polemik kami dirumah sakit. Semua tolak tapi pak direktur  yang mau seperti  itu. Tenaga yang diajukan  untuk  masuk kontrak bukan hanya tenaga sukarela. Yang baru juga ada beberapa.malah yang buat kami protes ada tenaga baru yang tidak ada STR tapi dimasukan juga.kalau seperti  ini kami yang diruangan pasien yang setengah mati. Mau layani pasien atau mau ajarin ini tenaga baru. Dia salah tangani pasien juga pasti kami yang senior yang disalahkan”keluhnya.(kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *