Dinas PUPR Kabupaten Kupang  Mulai Perbaiki Tanggul Bendung Petkolo

Oelamasi, Obor-nusantara.com-
Jebolnya tanggul  Bendung petkolo yang mengakibatkan banjir nerendam puluhan rumah dikelurahan Naibonat Kabupaten  Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)  Pada kamis, (30/01/2019) Dinas Pekerjaan  Umum  Dan Perumahan Rakyat setempat  turunkan alat berat guna  mengeruk dan memperbaiki tanggul bendung petkolo.

Tanggul Bendung petkolo yang di bangun secara  darurat ileh plPemeruntah Kabupaten Kulang tersebut  jebol akibat tak mampu menampung debit air yang tinggi setelah diguyur hujan sehari penuh.

Sekretaris  Dinas PU kabupaten Kupang, Teldi Sanam saat ditemui diruangannya, Jumat, 1 Februari  2019,berjanji paling lambat sabtu (2/2) alat berat akan diturunkan untuk  memperbaiki  tanggul Petkolo yang jebol.

“Hari ini atau peling lambat besok kami akan turunkan alat berat dari BLUD untuk  perbaiki  tanggul Petkolo yang jebol  di Kelurahan Naibonat”terang Teldi

Menurutnya,  penanganan secara darurat  segera di lakukan sehingga dapat mencegah banjir jika hujan kembali melanda daerah tersebut.

Selain itu Teldi Sanam menerangkan bahwa Sudah berkoordinasi  dengan Kepala PU,Joni Nomseo agar dalam  tahun ini Tanggul Petkolo akan dibuat permanen, sehingga tidak lagi berdampak banjir dipemukiman masyarakat dan juga penahan air untuk mengairi lahan sawah warga kelurahan  Naibonat dan sekitarnya.

“Kita sudah rencanakan untuk  kita buat bendungan permanen.ini mengingat lahan pertanian  warga dan juga antisipasi kejadian serupa terjadi. penanganan sementara  ya kita turunkan alat berat untuk  perbaiki tanggul dulu”sebutnya.

Terpisah, salah seorang warga Naibonat yang ditemui wartawan, mengaku alat berat dari Dinas PU sudah turun dilokasi bendungan.

“tadi beta lihat ada masuk dilokasi tanggul Petkolo, mungkin besok baru dong kerja,karena su sore dong masuk”katanya

Disaksikan  wartawan, warga mulai membersihkan perabot dan rumah mereka dari kotoran  dan lumpur akibat terendam banjir, (31/1).

Dalam kejadian banjir kamis malam, tidak ada korban jiwa, namun ketinggian  air mencapai 2 meter.warga yang dievakuasi  sudah kembali menempati  rumah mereka. Penduduk  belum bisa memastikan kerugian materi yang alami korban.yang jelas ada kerugian yang diderita korban banjir dari 35 Rumah yang terendam banjir. (kenzo)

Terima Kasih Tetap bersama kami di Media Obor Nusantara