Terhambat Perbup, RAPBDes   Deda Manusak dan Oebelo Belum Ditetapkan

Oelamasi, Obor-nusantara.com
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes) Pemerintah Desa Manusak dan Desa Oebelo di Kabupaten Kupang, hingga awal Februari belum bisa ditetapkan menjadi APBDes Tahun 2019.

Meskipun rencana program telah dibicarakan dan dirumuskan bersama antara warga dan DPD ditingkat Desa, namun eksekusi anggaran belum bisa berjalan karena belum adanya Regulasi atau petunjuk teknis yang diatur dari Pemerintah  Daerah  Kab.Kupang.

Hal ini,akibat belum adanya peraturan bupati (perbup) atau Perda tentang petunjuk teknis dan pagu anggaran sebagai acuan dalam penetapan  apbdes  di desa.

Arthur Ximenes, S.H sebagai Kepala Desa Manusak menyampaikan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019).

Tugas pemerintah desa bersama warga juga BPD,menurut Arthur yakni membahas program pembangunan dengan memplotkan rencana anggaran dalam RAPBDes yang kemudian diasistensi di Dinas PMD dan ditetapkan menjadi APBDes Oleh Kepala Desa Bersama BPD.

Sejauh ini, pihaknya sudah selesai merumuskan RAPBDes 2019 tetapi belum bisa mengesekusi anggaran karena belum ada payung hukum berupa perbup atau perda.Ia juga mengaku pernah berkonsultasi  ke pihak Dinas Pemerintahan Desa (PMD) untuk  diasistensi, namun jawaban dinas Bahwa belum ada Peraturan  Bupati.

“Mau ambil dana darimana sementara pagu anggaran APBD Kabupaten Kupang tahun 2019 untuk Desa Manusak berapa besar belum kita ketahui. Makanya kita tunggu saja kapan aturan keluar barulah kita ada tetapkan APBDes,” katanya.

Menurut Arthur, walaupun RAPBDes belum ditetapkan tetapi pelayanan masyarakat tetap berjalan. Dirinya meminta kepada perangkat desa untuk tetap bekerja memberikan pelayanan bagi warga dari Pukul 08.00 Wita-Pukul 14.00 Wita. Kebutuhan warga janganlah diabaikan karena mereka adalah tuan yang wajib diberikan pelayanan prima.

“Saya kira kondisi ini (tunggu Perbup) bukan hanya di desa yang saya pimpin saja yang alami tapi semua desa di Kabupaten Kupang. APBDes belum ditetapkan lalu mau ambil uang dari pos mana. Kami tidak mau terjebak dengan masalah hukum sehingga kami tunggu saja kapan kabupaten tentukan waktu asistensi maka kami sesuaikan,” tegas Arthur

Hal yang sama disampaikan sekretaris Desa Oebelo, Isak Zet Tode saat dihubungi wartawan,Selasa,5/2/2019 mengatakan Desa Oebelo juga sudah menyiapkan RAPBDes namun belum bisa dibahas karena belum ada petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Bupati Kupang.

“kami sudah siapkan RAPBDES tapi belum bisa dibahas karena kita belum tau pagu anggaran yang dialokasikan ke Desa.belum ada perbup yang mengatur soal itu.petunjuk teknis belum ada na kita mau buat bagaimana. Ini terlambat tapi kita tunggu saja.

Lanjut Isak, sejak januari hingga saat ini yang dilakukan pemerintah Desa hanya pelayanan administrasi kepada masyarakat,sedangkan kegiatan lain belum dilaksanakan karena belum ada APBDes.

Isak juga mengaku aparat Desa tetap menjalankan tugas dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.(kenzo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *