Dihantam Longsor Jalan Sabuk Merah Di Malaka Nyaris Putus, Transportasi Mulai Lumpuh

Foto dok.ikurai.com

Malaka, obor-nusantara.com-Akibat hujan yang terjadi sejak Bulan Desember 2018 Hingga Bulan Februari 2019 memyebabkan longsor dihampir seluruh ruas jalan sabuk merah Sektor Timur, Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL). Longsor ini nyaris memutuskan jalur tranaportasi diwilayah itu, Kerusakan terparah terjadi di Dusun Lalimaren,  Desa Alas dan batas Desa Alas dan Desa Alas Utara,  Kecamatan Malaka Timur,  Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sejumlah Warga masyarakat sekitar lokasi longsor dan warga pengguna jalan mengaku,  longsor yang menyebabkan putusnya ruas jalan tersebut terjadi sejak beberapa minggu lalu.
“Tidak ingat persis,  tapi terjadi ketika hujan turun terus-menerus sejak desember 2018 sampai dengan pertengahan bulan Februari”,  kata Vinsensius Mali diiyakan warga lain.
Warga berharap, kerusakan jalan tersebut segera diatasi karena agar tidak menghambat aktifitas warga. Karena ruas jalan yang dibangun pemerintah pusat tersebut sangat membantu warga.
Pantauan media ini, kerusakan terparah terjadi di dua titik, dengan jarak antara dua titik tersebut kurang lebih 100 meter.
Titik longsor hampir terjadi disepanjang jalan Sabuk merah mulai dari Malaka hingga ke Mota’ain Kabupaten Belu.

Sementara itu, Kepala Balai Jalan Nasional (BPJN) X Kupang melalui Pejabat pembut Komitmen (PPK) jalan Perbatasan Rovinus Ngilu ST mengatakan, kejadian longsor di Jalan sabuk Merah Perbatasan ke tingkat pimpinan dan tinggal menunggu proses penanganan.
“Untuk titik-titik longsor jalan perbatasan sudah dilaporkan secara berjenjang ke atasan. Ada 20 titik longsor diruas tersebut karrena tekstur tanah labil (bobonaro klai).
Dikatakan, saat ini BPJN X Kupang mellaui P2JN NTT siap melakukan survey untuk desain khusus penanganan longsor yang didahului dengan penyelidikan tanah.” Katanya.
Untuk diketahui, pembangunan jalan Sabuk merah perbatasan sepanjang 179,99 KM menghubungkan Motaain di Kabupaten Belu dan Motamasin di Kabupaten Malaka.
Jalan ini pembangunannya dimulai tahun 2015. Sampai tahun 2018, total jalan yang sudah hotmix mencapai 83 Kilo Meter dengan alokasi anggaran pemerintah pusat melalui APBN. Di tahun 2019 rencana hotmix 45,5 KM dan 15 buah jembatan.*(wr/likurai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *