KPK Segera Pelajari Kembali Kasus Bansos NTT 2010

Kupang, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyatakan, Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Sosiial (Bansos) Provinsi NTT Tahun 2010 Senilai Rp.15,5 Milyar akan dipelajari kembali untuk mengungkap dugaan korupsi yang telah dihentikan Proses Penyelidikannya oleh Aparat Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial (BANSOS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2010 senilai Rp. 15,5 Milyar yang telah ditangani oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT hingga kini belum naik status ke Penyidikan.

Bahkan kasus ini oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT telah menyatakan kasus tersebut tidak memenuhi unsur PIDANA dan telah dikeluarkan Surat Pemberitahuan Pengentian Penyelidikan (SP3) terhadap kasus tersebut.

Terhadap kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Sitomorang disela-sela Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang Kamis, 21/3/2019 mengatakan, Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos NTT segaera dipelajari Kembali untuk dibuka lagi penyelidikannya.

“Kita akan teliti kembali kasus itu dan bisa dibuka penyelidikan lagi” katanya.

Dikatakan, kasus tersebut telah ditangani sebelumnya oleh aparat Penyidik Kejaksaan  Tinggi NTT sehingga akan diteliti kembali sebelum kasus tersbeut dibuka kembali untuk dilakukan penyelidikan oleh KPK.

“kasus inikan sudah ditangani sebelumnya jadi kita perlu lihat lagi untuk dibuka kembali”. Jelas Saut yang saat itu di dampingi oleh Wakil Gubernur NTT Josep Nai Soi.

Kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Se-Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung sehari ini diikuti oleh seluruh Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan seluruh Pimpinan OPD se-NTT.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *