Dandenzibang, TNI AD Tidak Ambil Tanah Warga Di Desa Naunu dan Desa Camplong Kabupaten Kupang

Foto, Warga Desa Naunu dan Camplong menghentikan pekerjaam di Lokasi (selasa, 25/03/2019)

Kupang, obor-nusantara.com-Persoalan adanya Klaim Warga Atas Lokasi Tanah tempat Pembangunan Sarana TNI Di Desa Camplong dan Desa Naunu Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Warga setempat mendapat Tanggapan dari Komandan Detasemen Zeni Dan Bangunan (DANDENZIBANG) Kupang.
Melalui Klatifikasi Resmi yang dikirim oleh Kepala Penerangan Korem (kapenrem) 161 Wira Sakti Kupang ke Media ini pada rabu, 26/03/2019 di sebutkan bahwa, Tanah di Desa Naunu dan Desa Camplong yang digunakan TNI AD untuk pembangunan satuan seluas 558 Ha, adalah tanah milik Pemerintah Provinsi NTT /Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang yang telah diserahkan pada tahun 2007 kepada TNI AD guna pembangunan tiga satuan, dua satuan telah dibangun yaitu Brigif 21/Komodo dan Yon Arhanud telah dibangun masing-masing pada tahun 2007 dan 2018, selanjutnya satuan Yon Armed akan dibangun tahun 2019 ini, demikian disampaikan Dandenzibang 1/IX/NTT, Mayor Czi Hanif Tupen, Senin (25/03/2019) di Madenzibang 1/IX/NTT Jln. Tompelo Kupang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Pembangunan Satuan TNI tidak serta merta langsung dibangun di atas tanah, tetapi jauh hari sebelum penyerahan tanah dari Pemerintah kepada TNI AD, telah melalui prosedur dan mekanisme sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

” Jauh sebelum pembangunan Brigif 21/Komodo dan Yon Arhanud yang telah berdiri sekarang ini, dan satuan yang akan dibangun tahun 2019 ini yaitu Yon Armed, telah melalui prosedur dan mekanisme yang ada yaitu dengan kajian yang mendalam, dan yang pasti juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Daerah Kupang serta dengan para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat ” jelas Hanif Tupen.

Ditambahkan juga bahwa selama ini telah dilaksanakan komunikasi dan sosialisasi tentang rencana pembangunan Satuan TNI kepada masyarakat Desa Camplong dan Desa Naunu Kec Fatuleu Kab Kupang oleh Kodim 1604/Kupang.

” Sosialisasi kepada masyarakat Desa Camplong dan Desa Naunu juga telah dilaksanakan oleh Kodim 1604/Kupang bekerja sama dengan aparat pemerintah desa di dua desa tersebut, akan tetapi jika dalam perjalanannya terdapat permasalahan yang dirasakan tidak sesuai dengan kesepakatan Masyarakat Desa Camplong dan Desa Naunu, Mari kita duduk bersama untuk bicara dan cari solusi nya” imbuh Hanif.

Hal tersebut terkait dengan berita yang muncul di media online obor nusantara, Sabtu 23 Maret 2019 dengan judul : Tanah Diambil TNI, Warga Naunu Ingin Mengadu Ke Gubernur yang mana dikatakan
bahwa sejumlah Tokoh Adat Desa Camlong Dan Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mendatangi Kantor Gubernur NTT untuk mengadu ke Gubernur terkait Lahan mereka seluas 5 ratus hektar lebih diambil paksa  untuk kepentingan pembangunan sarana militer di Lokasi Tersebut.(penrem161/ws)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *