Naketrans Berhasil Tipu Warga Naunu, Lahan 1.600 Ha Hilang

Kupang, obo-nusantara.com-Janji Memberikan Bantuan Bibit Sapi Per Kepala Keluarga 9 Ekor Dan Lahan Peternakan Seluas 1 Hektar Kepada Warga, Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT berhasil Menipu Warga Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang Dan Berhasil Menggelapkan Lahan  Warga Seluas 1.600 Hektar lebih. Lahan Tersebut Kini Berssertifikat Dengan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Oleh Dinas Nakertrans Provinsi NTT.
Aksi menipu rakyat yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi NTT dengan iming-iming meberikan bibit sapi betina sebanyak 9 ekor per kepala keluarga dan lahan peternakan seluas 1 hektar serta pembangunan rumah transmigrasi sebanyak 300 unit termasuk jalan Desa, akses air bersih, listrik dan sarana fasilitas sosial sepeti gereja dan sekolah sejak tahun 1996 hingga kini tidak kunjung tiba.
Sebagai Imbalan Atas Semua Itu/ Warga Desa Naunu Yang Diwakili Oleh 10 Tokoh Masyarakat Dan Aparat Desa Sepakat Memberikan Lahan Seluas 1 600 Hektar lebih Kepada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi NTT.

Pl
Tenrnya Lahan Ini Tidak Di Manfaatkan Sesuai Rencana Semula Bahkan, Janji Untuk Memberikan Bantuan Juga Tidak Terealisasi Justeru Lahan Ini Secara Diam-Diam Dibuatkan Setifikat Pada Tahun 2000 Oleh Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi NTT.
“saat itu orang tua kami sepakat bersama dengan aparat desa dan Dinas Nakertrans lain tetapi sekarang lain lagi. Masa mereka janji kasi kami sapi betina dan fasilitas sosial sama sekali tidak ada tetapi mereka malah alih fungsi lahan ke TNI tanpa ada sosialisasi kepada kami, ini jelas Penipuan pak”. Ujar Jefry salah seorang warga Desa Naunu saat mendatangi lokasi proyek TNI pada sabtu, 06/04/2019.
Menurutnya, alih fungsi lahan tersebut secara diam-diam oleh Bupati Kupang pada tahun 2007 diberikan kepada TNI untuk kepentingan pembangunan 3 markas TNI yakni,  Brigif 21 komodo,  yon Armet dan yon Arhanud.


Karena Merasa Ditipu Oleh Disnakertrans NTT, Warga Naunu Bersepakat Untuk Mengambil Kembali Lahan Mereka Tersebut.
“sekarang kami sepakat untuk amblih alih lahan kami yang sudah dikuasai oleh Nakertrans, karena mereka sudah jelas-jelas menipu kami”. Ujarnya.
Sementara itu menurut warga lain,  mereka ditipu oleh Dinas Nakertrans NTT, karena semua janji yang sudah disepakti tidak terealisasi maka mereka meminta agar sebelum alih Fungsi Lahan Kepada Orang Lain Dapat Diselesaikan Secara Adat Di Desa.
Terkait pengeluhan warga ini, Kepala Bidang Transmigrasi, Dinas Koperasi Dan Transmigrasi Provinsi NTT Wayan Suburatasaat melakukan pertemuan dengan warga Desa Naunu pada beberapa waktu yang lalu mengatakan, Pemerintah Sama Sekali Tidak Menipu Rakyat. namun yang terjadi adalah adanya perubaha institusi pada tahun 1998 saat reformasi sehingga program tersebut tidak bisa dilanjutkan.
“tahun 21998 itu terjadi perubahan regulasi sejalan dengan perubahan Pemerintahan sehingga program transmigrasi tidak berjalan jadi kami bukan menipu rakyat”. Kata Wayan.
Dikatakan, untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan kementeri nakertrans sebagai pemegang sertifikat agar dapat diselesaikan bersama warga mengingat, saat ini tanah tersebut telah diberikan seluas 558 hektar kepada TNI untuk pembangunan sejumlah satuan Tni.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *