Ada Kunjungan Pejabat Kementerian, Pejabat Nakertrans NTT Main Kucing-Kucingan Dikasus Tanah Naunu

Foto,  Pertemuan Warga Naunu dengan Utusan dari kementerian Depnakertrans Pusat Yuyun di Hotel Aston (kamis, 11/04/2019)

Kupang, obor-nusantara.com-Persoalan tanah Warga Desa Naunu dan Camplong seluas 1.600 hektar yang telah beralih status menjadi milik Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Sertifikat Hak Pengelolan Lahan (HPL) bernomor 4 tahun 2000 semakin tidak jelas. Pasalnya, dengan aksi warga yang memblokir aktivitas TNI dilokasi setelah mendapat perhatian dari Kementerian Nakertrans dengan mengutus staf Kemenaker untuk turun melihat langsung kondisi lapangan.

Sayangnya kedatangan staf dari kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dirahasiakan oleh Pejabat di Dinas Nakertrans Provinsi NTT ketika Staf kementerian ingin bertemu warga Naunu dan Camplong.
Menurut salah seorang warga Desa Naunu Lipus, sebelum Kedatangan Tim (Staf) dari Depnakertrans, warga telah melakukan pertemuan dengan Dinas Nakertrans Kabupaten Kupang dengan kesepakatan bahwa akan ada tim Nakertrans akan turun dan berdalog dengan masyarakat.
“sebelum tim Depnakertrans pusat turun kami sudah ada pertemuan hari senin 08/04/2019 dan dalam pertemuan itu kami dengar langsung komunikasi staf Diskanertrans Kabupaten dengan kesepakatan untuk datang ke Kupang pada rabu, 11/04/2019 untuk bertemu kami, nyatanya kami hampir tidak beremu jadi “ada apa swbenarnya”,ungkat Lipus.

0
Dikatakan, jika Dinas Nakertrans NTT serius dan tidak menyimpan misteri maka, tidak mungkin mempersulit warga untuk bertemu warga.
“kami sangat dipersulit untuk bertemu dengan utusan dari Depnakertrans pusat oleh orang Nakertrans provinsi NTT kami mau tanya ada apa dengan semua ini”. Kata Lipus.
Menurutnya, atas usaha Kades Naunu Omao Soares masyarakat adat bisa bertemu orang pusat dan telah sepakat untuk masalah ini akan diselesaikan setelah ada kesepakatan antara Pemerintah (Depnakertrans) dengan warga Naunu dan Camplong”.
“sudah ada sepekatan agar aktivitas dialapangan dihentikan oleh TNI sambil menunggu upaya penyelesaian antara Nakertrans Dengan Warga Naunu”.jelasnya.
Dijelaskan, warga akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan dengan tetap meminta agar Pemerintah mengembalikan tanah kepada warga karena apa yang telah disepakati awal bersama orang tua tidak dipenuhi bahkan hingga kini belum direalisasikan. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *