Plt Kadis PUPR NTT Sebut, Mau Kerja Nyaman Kontraktor Perlu Taati 5 T

Kupang, obor-nusantara.com-Ada lima syarat utama yang ditawarkan oleh Pemerintah Kepada para penyedia Jasa Konstruksi jika ingin sukses dalam mengerjakan proyek-proyek fisik di lingkungan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakayat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur Maxi Nenabu dalam arahannya pada kegaiatan Penandatangan kontrak kerja 35 paket fisik dan non fisik dilingkungan Dinas PUPR NTT pada senin, 15/04/2019 mengajak seluruh penyedia Jasa Konstruksi di NTT agar bisa mentaati 5 tertib yang bisa memberikan kenyamanan bagi semua dalam mengerjakan proyek fisik di daerah ini.


Menurutnya, Kelima “T” yang perlu ditaati ini adalah pertama, tertib KUANTITAS, bagi Pemerintah kontrak yang ditanda tangani kuantitasnya jelas dan semua sudah disepakati dengan ikatan jelas dan perlu ditaati bersama sehingga hasil yang akan dicapai dapat bermanfaat bagi semua orang.
Tertib Kedua Tertib ADMISTRASI, Pemerintah mengingatkan para penyedia jasa Kontraktor agar jangan menganggap remeh masalah administrasi yang sering kali dikerjakan saat selesai pekerjaan lapangan.
“ada 5 T yang harus ditaati oleh semua penyedia jasa T pertama ini Tertib Kuantitas dan kedua tertib Administrasi ini sangat penting sebagai awal dimulainya pekerjaan, masa kita kerja 7 bulan kalau diperiksa (diaudit) hanya 2 hari ditemukan kesalahan. Inikan lucu karena dilapangan semua lengkap mulai dari PPK, Pengawas PU dan pengawas Konsultan tetapi tidak mengidentifikasi kesalahan”. Katanya.
Dikatakan, tertib ketiga adalah Tertib Kualitas dan tertib WAKTU pelaksanaan.
“semua kerja harus berkualitas dan waktu harus diperhatikan sehingga saat selesai waktu kontrak pekerjaan juga selesai”. Ujarnya.


Tertib yang kelima menurut Maxi adalah Tertib Biaya, semua biaya telah dihitung secara baik dan benar untuk satu pekeejaan.
“kita tidak sedang berpikir untuk memberikan tambahan waktu dan biaya bagi para penyedia jasa, jadi tolong ini semua dimaksimalkan sehingga berjalan sesuai kontrak yang sudah ditanda tangani bersama”. Papar Maxi.
Sejumlah paket pekerjan yang ditanda tangani kontraknya adalah, 4 sekmen di ruas jalan Bokong lelogama (sekemen 1 samapai dengan sekmen 4) di Kabupaten Kuoang dengan nilai kontrak Rp 200 milyar lebih.
Selain itu ada juga sejumlah paket pekrjaan jalan di Kabupaten sumba timur, Flores dan lainnya. Pada kegiatan penandatanganan kontrak kerja kedua ini sebanyak 35 paket pekerjaan fisik dan non fisik ditanda tangani kontraktnya antara Pemerintah provinsi NTT dengan para penyedia jasa. (wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *