Jaksa Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Gedung NTT Fair

Foto,  Aspidsus Kejati NTT Sugiyanta SH. MH

Kupang, obor-nusantara.com-Hari ini Selasa, 23/04/2019 Tim Penyidik Tindak pidana Khsus (Tipisus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diketuai oleh Jaksa Roberth Jimmy Nambila SH, MH bersama 3 orang jaksa lainnya akan memeriksa sejumlah saksi yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pusat Pameran (NTT Fair) di Bilangan Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi NTT yang terdiri dari 4 orang Jaksa ini masing-masing Jaksa Roberth Jimmy Nambila SH, MH selaku (Ketua Tim), Jaksa Chairul Wijaya SH (anggota), Jaksa R. Nazara, SH (anggota) dan jaksa Boby H, Halomoan Sirait SH (anggota).
Keempat orang jaksa ini sesuai surat panggilan yang telah disampaikan kepada para saksi beberapa hari lalau, rencananya mereka akan dipanggil dan diperiksa pada hari ini, selasa, 23/04/2019.
Asisten Tindak Pidana Khsus Kejati NTT Sugiyanta SH. MH kepada wartawan digedung Kantor Kejati NTT Selasa, 23/04/2019 mengatakan, Tim penyidik hari ini memeriksa 6 orang saksi.
“hari ini kita ada periksa 6 orang yang terdiri dari, PPK, Kontraktor/penyedia jasa dan mereka pemberi pekerjaan”. Katanya.
Dikaatan, saat ini tim masih melakukan pemeriksaan dan untuk tersangka untuk sementar belum ada.
“Tersangka belum ada tetapi kita liat saja pasti ada titik terang, sabar saja ya”. Ujarnya.
Seluruh saksi diminta agar datang dan menghadap jaksa kejati NTT pada hari selasa, 23/04/2019 di kantor Kejati NTT di jalan Adhyaksa no 1 kota kupang untuk dimintai keterangan sebagi saksi pada kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT TA. 2018, senilai Rp 29 milyar lebih.


Sebelumnya diberitakan, Informasi dimulainya penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan gedung pusat pameran NTT di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT TA. 2018, senilai Rp 29 milyar lebih ini diperoleh media ini setelah beredar informasi jika aparat penyidik mulai menyidik kasus itu.
Setelah melalui infestigasi, diperoleh sumber yang memberikan nomor surat perintah yang telah dikeluarkan Kepala Kejaksaan Tinggi NTT kepada para Penyidik untuk menangani kasus itu.
Bahkan iformasi yang dihimpun juga menyebutkan ada kelebihan pembayaran dari Dinas (PPK) kepada kontraktor Pt, Cipta Eka Puri sebesar 5% (hasil audit Inspektorat NTT) saat habis masa kontrak.
Selain itu juga informasi dari sumber di Kejati juga menyebutkan adanya kerugian negara sebesar Rp 4 milyar (hasil perhitungan Tim teknis dari Poltek Kupang) pada proyek tersebut.(wr/nora).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *